ATAMBUA |BUSERKOTA.Com) — Di saat sebagian orang menikmati jeda hari libur, aparat kepolisian justru memilih jalan sebaliknya: bergerak, menyisir, dan memastikan setiap sudut tetap aman. Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, Anggota Piket Regu II Polsek Tasifeto Barat turun langsung ke lapangan, menapaki titik-titik yang dikenal rawan, dari Pasar Lama Halilulik, Tugu Seroja, Kinbana, Makataen, hingga Cabang Lurasik.
Langkah-langkah mereka tidak sekadar patroli, tetapi sebuah kehadiran nyata—menenangkan, mengawasi, dan menjaga denyut aktivitas masyarakat yang tetap hidup di hari libur.
╔══════════════════════════════════════════════════════╗
║ “Kami melaksanakan patroli pada tempat-tempat yang ║
║ rawan guna memberikan rasa aman kepada warga ║
║ masyarakat yang beraktivitas pada hari libur,” ║
║ beber Kapolsek Tasifeto Barat, Polres Belu, Polda Nusa Tenggara Timur,Ipda Makxi Disyon ║
║ I Ninu. ║
╚══════════════════════════════════════════════════════╝
Di balik rutinitas itu, ada kesadaran yang tak pernah padam: hari libur bukan berarti risiko berhenti. Justru sebaliknya, intensitas aktivitas masyarakat yang meningkat membuka ruang bagi potensi gangguan kamtibmas.
╔══════════════════════════════════════════════════════╗
║ “Tentunya hari libur tingkat aktivitas masyarakat ║
║ meningkat dan potensi kerawanan kamtibmas akan ║
║ meningkat. Oleh karena itu, Polsek Tasifeto Barat ║
║ melalui petugas piket akan rutin melaksanakan ║
║ patroli di seputaran Kecamatan Tasifeto Barat ║
║ untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.” ║
╚══════════════════════════════════════════════════════╝
Patroli itu menjadi semacam napas pengaman yang tak terlihat, tetapi terasa. Di pasar, di jalan, di simpang-simpang kecil—kehadiran polisi menjelma menjadi jaminan bahwa ruang publik tetap dalam kendali.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu menghubungi layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan. Call Centre 110 serta nomor WhatsApp Polsek Tasifeto Barat +62 812-4632-9066 disiapkan dan aktif selama 1×24 jam.
Dalam konteks yang lebih luas, patroli rutin seperti ini bukan hanya langkah preventif, tetapi bagian dari strategi membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ketika aparat hadir secara konsisten di tengah masyarakat, rasa aman tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan langsung oleh warga.
Pada akhirnya, di balik hiruk-pikuk hari libur dan lalu lalang aktivitas masyarakat, ada mereka yang memilih tetap berjaga—diam-diam memastikan bahwa ketenangan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pengabdian yang tak pernah berhenti.














