ATAMBUA |BUSERKOTA.Com) –-Momen pada bulan Mei ini dalam Gereja Katolik adalah waktu yang disediakan khusus untuk berdoa Rosario bersama Bunda Maria. Untuk mengakhiri bulan Mei dan momen devosi Rosario bersama Maria, Umat gereja Katedral Santa Maria Imaculata Atambua
mengambil bagian dalam perayaan ekaristi penutupan bulan Rosario ini di GUA MARIA Toro, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu yang dipimpin oleh Romo Kritianus Falo Pr,S.Pd diikuti oleh kurang lebih 450 umat, Jumat (31/5/2024)
Romo Kristianus Falo,Pr.S.Pd
dalam khotbahnya menegaskan Maria adalah teladan yang baik bagi setiap orang. Romo Kris mengajak setiap orang untuk bersikap sama seperti Maria yang mendekatkan diri dengan Tuhan dalam doa dan tindakannya.
Romo Kris menghubungkan teladan Maria dengan bacaan Injil dari injil Lukas. “Ketika kita mengalami situasi-situasi sulit dalam hidup kita, cara terbaik bagi kita adalah dengan mendekatkan diri melalui doa karena doa bisa mengubah segalanya. Kita harus berani untuk bangkit dari setiap situasi sulit yang kita alami. Berdoa bersama Maria dan mengikuti teladan ketabahannya bisa memberikan kita kekuatan”, tandas Romo Kris Falo.
“Belajar dari Bunda Maria satu bulan kita berdua bersama Bunda Maria karena itu Mari kita menjadikan Bunda Maria sebagai sebagai bagian dari hidup kita bagian dari keluarga kita,
“Kita percaya Bunda Maria selalu dekat dengan kita seperti Bunda Maria dengan Tuhan ketika Bunda Maria menyampaikan kepada putranya Kita yakin bahwa doa-doanya tidak pernah ditolak,Permohonan dari Bunda Maria kepada putranya yaitu Yesus mengubah air menjadi anggur
Mari kita menjadikan Bunda Maria sebagai bagian dari kehidupan kita Kita percaya Bunda Maria selalu menolong kita,”ajak Romo Kris
“Bulan Rosario ini selain kita berdoa kita juga bisa menjalin relasi dengan orang lain Kegiatan doa bersama warga sekitar itu harus dipertahankan.
Sebagaimana Maria mengunjungi Elisabeth, kita juga demikian, mengunjungi umat di sekitar kita,”tutup Romo Kris
Perayaan Ekaristi penutupan bulan Rosario ini bukan menjadi penutup segala devosi kita bersama Maria. Waktu sebulan selama bulan mei ini juga menjadi momen kita berefleksi tentang relasi yang kita bangun selama ini dengan Maria. Selain itu, rangkaian doa, hangatnya kedekatan yang telah dibangun bersama Maria serta komitmen kita untuk meneladani Maria menjadi titik tolak bagi kita untuk berefleksi. Perayaan Ekaristi penutupan bulan Rosario ini mengajak kita untuk melihat kembali relasi itu. Dengan demikian, kita bisa bertolak lebih dalam untuk mengalami Tuhan dalam diri kita. (bgr)














