JAKARTA |BUSERKOTA.Com)- Warga Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur bernama Novianti Tauho bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Lumban Batu beralamat Jl. Cipto No.2, Kisaran Kota, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211.
Novianti Tauho kepada Buserkota.com ,Minggu (11/8/2024) menuturkan, Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga sekaligus merawat orangtua majikan yang sudah lanjut usia sejak awal tahun 2022
Meski begitu, ia dituduh majikan bahwa uang hilang 10 juta rupiah .Dan tuduhan kedua bahwa uang majikan hilang 22 juta rupiah. Padahal ia sama sekali tidak pernah ambil uang sebanyak itu.
“Soal kasus saya di sini saya di tuduh majikan bahwa saya mengambil uang mereka 2 kali yaitu yang pertama sebesar 10 Juta dan yang ke 2 sebesar 22 juta itu padahal saya tidak tau apa-apa soal kehilangan uang mereka.
Waktu itu saya juga mau di bawa ke polisi karena tuduhan tapi karena ada cctv jadi cctv yang membuktikan semua.
Sudah ada bukti, saya tidak bersalah tapi masalah itu terus di ungkit sampai sekarang.
Soal gaji saya terakhir di kirim ke orangtua saya di SoE bulan Oktober 2023.
Jadi gaji yang belum di bayar dari bulan November 2023 sampai sekarang. Gaji perbulan 1 juta rupiah.
Dan saya juga sudah minta pulang sama majikan mau keluar/mau pulang karena sudah tidak betah lagi kerja tapi tidak di kasih pulang.
Nama majikan yang bayar gaji saya bernama Riris Lumban Batu tapi saya tidak kerja sama dia saya kerja di tempat orang tuanya yg bernama Wilson Lumban batu di Kota Medan lebih tepatnya Kisaran.
Yang bayar gaji saya itu dia tinggalnya di Kalimantan .
Dialah yang selalu menuduh saya mengambil uangnya.
Saat ini saya mau keluar dari majikan itu dan segera pulang kampung tapi tidak diizinkan.
Saya mohon keluarga untuk berupaya pulangkan saya,” pintanya
Kakak Kandung Novianti Tauho, Natan Tauho minta majikan untuk segera pulangkan adiknya Novianti ke NTT.
“Jika tidak diizinkan untuk dipulangkan kami dari keluarga akan memberikan somasi dan meminta Kapolda Sumatera Utara untuk memberikan atensi serius,” tegas Natan.














