Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Operasi Senyap di Pelukan Bukit Puntak: Saat Seragam Loreng Menjemput Nyawa yang Terhempas

2
×

Operasi Senyap di Pelukan Bukit Puntak: Saat Seragam Loreng Menjemput Nyawa yang Terhempas

Sebarkan artikel ini

TNI berhasil mengevakuasi 8 korban helikopter Airbus H130 PK-CFX di medan ekstrem Sekadau melalui operasi gabungan yang memadukan kekuatan darat dan udara pada 17 April 2026.

JAKARTA |BUSERKOTA.Com-Kejadian Evakuasi korban kecelakaan helikopter di Bukit Puntak, Kalimantan Barat.
– Kekuatan: Ratusan personel Kodam XII/Tanjungpura dan dukungan helikopter Super Puma TNI AU.
– Hasil: Seluruh korban (8 orang) dan kotak hitam berhasil dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.

Kisah di Balik Kabut Sekadau

Rimba Sekadau yang biasanya tenang mendadak mencekam saat gema mesin Airbus H130 PK-CFX bungkam, berganti dengan suara ranting yang patah dan keheningan yang menyayat.

Di bawah langit Kalimantan yang muram, ratusan prajurit TNI dari jajaran Kodam XII/Tanjungpura tidak sekadar menjalankan perintah; mereka sedang menantang maut demi sebuah misi kemanusiaan yang sakral. Di tengah hutan yang sulit dijangkau, langkah-langkah tegap personel Yonif TP 833/BD dan Yonif 642/Kps memecah kesunyian, menyisir setiap jengkal perbukitan yang menyimpan duka.

Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal,”
Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, Asops Kasdam XII/Tpr.

Dinginnya dini hari pada 17 April 2026 pukul 00.04 WIB menjadi saksi bisu saat Mayor Inf Ikhwan dan timnya menemukan titik jatuh di Bukit Puntak. Dalam kegelapan yang pekat, delapan nyawa yang telah tiada—dua kru dan enam penumpang—dijemput dengan penuh hormat. Tanpa akses kendaraan, para prajurit memikul kantong-kantong jenazah melewati medan ekstrem, mendaki perbukitan dan menembus lebatnya Dusun Gandis. Enam setengah jam perjalanan manual itu bukan sekadar evakuasi, melainkan sebuah penghormatan terakhir yang menguras keringat dan air mata.

Analisis Kontekstual: Sinergi di Medan Kritis

Keberhasilan operasi ini menunjukkan betapa krusialnya integrasi antara kekuatan darat dan dukungan udara dalam manajemen krisis di wilayah terpencil. Pengerahan helikopter Super Puma TNI AU terbukti menjadi faktor kunci dalam mobilitas personel di tengah keterbatasan geografis Kalimantan Barat. Selain itu, penemuan kotak hitam (*black box*) dalam waktu singkat di medan yang begitu sulit mencerminkan profesionalisme dan ketelitian unit infanteri dalam mengamankan bukti vital untuk investigasi keselamatan penerbangan nasional di masa depan.

Penghormatan Terakhir

Tepat pukul 06.30 WIB, iring-iringan delapan ambulans meninggalkan posko Gereja Katolik Santo Yohanes menuju RS Bhayangkara Pontianak, membawa kembali mereka yang sempat hilang di telan rimba.

Di balik seragam loreng yang kotor oleh tanah perbukitan, tersimpan janji yang ditepati: bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang ditinggalkan, bahkan di puncak bukit yang paling sunyi sekalipun. Sebab pada akhirnya, tugas tentara bukan hanya tentang memenangkan pertempuran, tetapi juga tentang memuliakan kemanusiaan.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *