SoE |BUSERKOTA.Com)-Dalam lensa sorotan perhelatan politik yang kini memanas semarak, satu nama mencuat sebagai calon pemimpin Kabupaten TTS lima tahun kedepan adalah Drs. Ananias Faot. Lahir dan dibesarkan di Timor Tengah Selatan (TTS), identitas dan akar budayanya mengalir dalam dirinya, pasca meniti karir yang gemilang di Tanah Papua.
Menempuh pendidikan hingga strata dua di Tanah Papua, Drs. Ananias Faot merintis karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di pedalaman Papua, bahkan hingga Kota Timika yang disebut Kota Emas. Namun, panggilan untuk berbakti kepada tanah kelahirannya tetap menggelora.
Pada pemilihan Bupati Kabupaten TTS periode 2024-2029, ia memutuskan untuk maju, meninggalkan jabatan sebagai Pejabat Eselon II. Keputusannya ini mencerminkan keyakinannya akan panggilan dari leluhur dan Tuhan untuk kembali membangun kampung halamannya, ” Nafena Pah Meto TTS”.
Dalam diskusi tentang sosok calon Bupati yang akan memimpin Kota Iman ini, harapan masyarakat adalah pemimpin yang memiliki kisah yang menginspirasi, seperti kisah Daud dalam Alkitab.
Kisah Daud mengajarkan bahwa Allah melihat hati seseorang, bukan hanya penampilan fisik atau perawakan.
Pemilihan Drs. Ananias Faot dipandang sebagai bentuk Allah memilih pemimpin yang “berkenan di hati-Nya”.
Bagi Allah, pemimpin harus memiliki hati yang tulus melayani, bukan yang haus akan promosi diri. Dalam pandangan Allah, pemimpin yang diinginkan adalah seperti seorang gembala, bukan raja. Drs. Ananias Faot tidaklah menjadi seorang raja yang berkuasa, tetapi seorang gembala yang peduli dengan kawanan rakyatnya.
Semoga perjalanan hidup Drs. Ananias Faot menjadi inspirasi bagi kita semua dalam mencari pemimpin yang sesungguhnya, yang lahir dan terlahir dari rakyat dan tanah kelahirannya.
(Tulisan: Benny Faot,02-06-2024)














