Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaInfo PublikTeknologi

Rastra dan Cahaya Literasi dari Soppeng

140
×

Rastra dan Cahaya Literasi dari Soppeng

Sebarkan artikel ini

SOPPENG |LINTASTIMOR ID)-Di balik layar sederhana di kamar kecilnya di Soppeng, Muhammad Rastra Husada menyalakan lentera kecil bernama literasi. Dari tangan dan imajinasinya lahir sebuah video yang membawanya menembus batas kota—hingga ke panggung Festival Literasi Sulawesi Selatan 2025 di Makassar.

Siswa SMAN 1 Soppeng itu tak menyangka langkahnya akan sejauh ini. Karya yang ia buat dengan penuh ketulusan dan kreativitas mengantarkannya masuk dalam kategori Juara Favorit Lomba Video Konten Literasi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Sulawesi Selatan 2025, dalam rangka memperingati Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-356. Selama tiga hari, 20–22 Oktober 2025, suasana Layanan Perpustakaan Umum Provinsi di Jl. Sultan Alauddin Km. 7, Tala’Salapang, Makassar, dipenuhi gema ide, warna, dan semangat literasi dari seluruh penjuru daerah.

Rastra, yang tampil dengan karya bertema literasi digital dan budaya lokal, menyampaikan rasa syukurnya dengan suara yang lembut namun penuh makna.

“Meskipun belum bisa meraih prestasi tertinggi, ini menjadi pengalaman sangat berarti buat saya. Ini motivasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang literasi digital ke depannya,” ujarnya penuh kehangatan.

Pihak SMAN 1 Soppeng turut menyampaikan apresiasi atas capaian siswanya itu. Mereka melihat, semangat yang ditunjukkan Rastra adalah cerminan dari nilai-nilai literasi sejati: membaca kehidupan, menulis harapan, dan menyebarkan cahaya pengetahuan ke sekitar.

“Kami bangga. Rastra menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar tentang membaca buku, tetapi tentang membangun kesadaran, imajinasi, dan empati,” ungkap salah satu guru pembimbingnya dengan nada haru.

Festival Literasi Sulawesi Selatan setiap tahun menjadi ruang perjumpaan antara pelajar, mahasiswa, dan komunitas literasi. Di sana, ide-ide bersilang, gagasan beradu, dan semangat budaya lokal berpadu dengan inovasi digital—seperti kisah Rastra yang datang dari Soppeng membawa pesan sederhana: bahwa di mana pun berada, literasi selalu menemukan jalannya menuju cahaya.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *