Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Rumah Mama Nelci Nitbani Ludes Terbakar di Dusun Popnae, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

280
×

Rumah Mama Nelci Nitbani Ludes Terbakar di Dusun Popnae, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

TTS | BUSERKOTA.COMUngkap Fakta Hukum dan Kriminal

Asap hitam menjulang dari Dusun Popnae, Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada siang yang seharusnya tenang, Rabu (24/9/2025). Di balik kepulan asap itu, rumah sederhana milik Mama Nelci Nitbani luluh lantak dilalap api—menyisakan puing dan bara yang masih mengepul.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 WITA ini diduga bermula dari tungku api yang lupa dipadamkan setelah memasak. Dalam hitungan menit, si jago merah merambat, melahap rumah utama dan sebuah rumah bulat beserta seluruh isinya. Tak ada yang tersisa selain abu, arang, dan kenangan.

“Kami berusaha sekuat tenaga dengan alat seadanya, tapi api terlalu cepat membesar. Rumah Mama Nelci tidak bisa diselamatkan,” tutur Kepala Dusun Popnae, Yonatan Nitbani, dengan suara berat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, kehilangan harta benda membuat Mama Nelci kini harus menumpang di rumah kerabatnya. Hanya pakaian di badan yang tersisa, sementara perabot, pakaian, hingga dokumen penting ikut musnah terbakar.

Dari sisi hukum, peristiwa ini murni kelalaian rumah tangga yang berujung pada musibah. Namun, aspek kriminalnya terletak pada pertanyaan yang lebih luas: di mana posisi negara saat rakyat kecil kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran? Apakah cukup dengan belasungkawa, atau ada mekanisme hukum dan kebijakan yang menjamin pemulihan korban bencana kebakaran non-alam ini?

Pakar kebencanaan sering menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan jaring pengaman sosial, baik berupa bantuan darurat, tempat tinggal sementara, maupun upaya rekonstruksi rumah warga. Ketiadaan respon cepat dapat memunculkan potensi pelanggaran hak dasar masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Dalam kasus ini, Kepala Dusun tengah melakukan pendataan kerugian untuk diajukan kepada pemerintah. Warga berharap Pemkab TTS dan lembaga terkait segera turun tangan membantu membangun kembali rumah Mama Nelci, agar ia tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

“Semoga ada perhatian pemerintah, supaya Mama Nelci bisa kembali punya rumah. Kami di dusun hanya bisa bantu sebisanya,” tambah Yonatan.

Kisah kebakaran di Dusun Popnae bukan sekadar musibah lokal, tetapi juga potret nyata rapuhnya sistem perlindungan warga di pelosok. Api memang sudah padam, tetapi bara persoalan sosial, hukum, dan tanggung jawab negara masih terus menyala—menunggu jawaban yang adil dan manusiawi.

BUSERKOTA.COM – Ungkap Fakta Hukum dan Kriminal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *