Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & Kriminal

Sidang Gugatan Nama dan Logo IWO di PN Medan: Majelis Hakim Pertanyakan Alamat PWO

237
×

Sidang Gugatan Nama dan Logo IWO di PN Medan: Majelis Hakim Pertanyakan Alamat PWO

Sebarkan artikel ini

MEDAN | BUSERKOTA.com|-
Di ruang Cakra V, Pengadilan Niaga PN Medan kembali membuka lembaran perkara Hak Kekayaan Intelektual. Rabu (3/9/2025), persidangan yang melibatkan sengketa nama dan logo Ikatan Wartawan Online (IWO) kembali digelar, bagai babak drama panjang tentang identitas dan hak cipta.

Majelis Hakim yang dipimpin Vera Yetti Magdalena, S.H., M.H., menegaskan arti penting kehadiran para tergugat. “Jika memang mengaku pindah alamat, seharusnya datanya diperbarui di Kementerian Hukum. Pengadilan mengirimkan surat sesuai pendaftaran merek,” ucapnya, seperti teguran yang jatuh tegas namun adil.

Sekretaris Perkumpulan Wartawan Online (PWO), Teli Natalia, hadir bersama kuasa hukumnya. Ia mengeluh, “Kami tahu panggilan sidang justru dari pemberitaan media, bukan dari surat yang kami terima.”

Kuasa hukum penggugat, Arfan, S.H., yang mendampingi Yudhistira — pemegang hak cipta nama dan logo IWO — menyebut ada kejanggalan dalam kuasa hukum tergugat. “Kuasa hukumnya hanya ditandatangani ketua. Kami menunggu AD/ART mereka. Ini aneh,” tuturnya.

Arfan menegaskan, gugatan ini untuk meluruskan fakta hukum: nama dan logo IWO telah tercatat resmi dengan nomor pencatatan 00052188, setelah diajukan lewat permohonan EC002023119233 pada 27 November 2023. Hak cipta itu berlaku seumur hidup, diperkuat dokumen Kemenkumham sesuai Pasal 72 UU 28/2014.

“Nama IWO tak boleh diselewengkan menjadi merek dagang. Organisasi ini sejak 2012 adalah rumah para wartawan, bukan penyedia jasa komersial,” pungkas Arfan, suaranya mengalun bagai janji menjaga martabat sebuah nama.

Sidang berikutnya dijadwalkan 17 September 2025, dengan harapan Dirjen HKI yang turut tergugat akhirnya hadir.


🇬🇧 English

Court Battle Over IWO Name and Logo: Judges Question PWO’s Address in Medan Trial

Medan – BUSERKOTA.com
Inside Cakra V courtroom, the Commercial Court of Medan once again turned its pages on an Intellectual Property dispute. On Wednesday (3/9/2025), the case over the name and logo of Ikatan Wartawan Online (IWO) unfolded like a long drama of identity and copyright.

Presiding Judge Vera Yetti Magdalena stressed the importance of the defendants’ presence. “If you claim to have moved, you must update your data with the Ministry of Law. The court sends letters according to the registered trademark address,” she said — her words sharp yet just.

Teli Natalia, Secretary of the Perkumpulan Wartawan Online (PWO), appeared with her counsel. She lamented, “We only knew of the summons from media reports, not from any official letter we received.”

For the plaintiff, Yudhistira, represented by lawyer Arfan, S.H., the dispute is clear. “The defendant’s legal representation is strange, only signed by its chairman. We are waiting for their statutes. This is irregular,” Arfan remarked.

He emphasized that the lawsuit seeks to reaffirm the truth: the IWO name and logo are duly registered under 00052188, with application EC002023119233 dated November 27, 2023. The copyright is lifelong, backed by documents from the Ministry of Law and Human Rights under Article 72 of Law No. 28/2014.

“The IWO name must not be twisted into a commercial brand. Since 2012, it has been a home for journalists, not a marketplace for services,” Arfan concluded, his words echoing like a vow to guard the dignity of a name.

The trial will resume on September 17, 2025, with the court awaiting the presence of the Directorate General of Intellectual Property.


🇹🇱 Tetun / Português Timor-Leste

Julgamentu Kontinua ba Naran no Logo IWO iha Tribunal Medan: Juízes Halibur Peskiza Alamatu PWO

Medan – BUSERKOTA.com
Iha sala Cakra V, Tribunal Komérsiál Medan fó fali buka kona ba disputa Propriedade Intelectual. Kuarta (3/9/2025), prosesu kona ba naran no logo Ikatan Wartawan Online (IWO) kontinua, hanesan drama narativa ida kona ba identidade no direitu autorál.

Juíza Presidente Vera Yetti Magdalena hateten importante loos prezensa hosi parte akuzadu. “Se sira dehan muda alamatu, tenke atualiza dadus iha Ministériu Justisa. Tribunal tau surat tuir dadus marka ne’ebé rejistradu,” nia dehan, liafuan ne’ebé kle’an maibé justu.

Sekretária Perkumpulan Wartawan Online (PWO), Teli Natalia, aparece ho advogadu nia. Nia hateten, “Ami hatene kona ba konvite tribunal liu hosi jornal, la’ós hosi surat ofisiál ne’ebé simu.”

Ba parte demandante, Yudhistira, reprezentadu husi advogadu Arfan, S.H., prosesu ne’e klaru. “Kuasa hukum sira estranhu, de’it asina husi nia xefe. Ami hein Estatutu (AD/ART) sira. Ne’e lulik,” Arfan hatete.

Nia sublinha katak prosesu ne’e atu confirma verdadi: naran no logo IWO rejistradu ofisiál ho númeru 00052188, aplikasaun EC002023119233 data 27 Novembru 2023. Direitu autorál ne’e la iha tempu, validu ba moris tomak, apoiadu dokumentu hosi Ministériu Justisa tuir Artigu 72 Lei Nú. 28/2014.

“Naran IWO labele halakon sai marka komérsiál. Organizasaun ida-ne’e hahu tiha ona husi 2012 hanesan uma ba jornalista sira, la’ós fatin negosiu,” Arfan remata, nia liafuan hanesan promesa atu proteje dignidade hosi naran ida.

Julgamentu sei kontinua iha 17 Setembru 2025, ho esperansa Dirjen HKI mos sei aparece.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *