Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & Kriminal

Tangis Sunyi di Kos Ciracas: Mahasiswi Manggarai Tewas di Tangan Kekasih

223
×

Tangis Sunyi di Kos Ciracas: Mahasiswi Manggarai Tewas di Tangan Kekasih

Sebarkan artikel ini

JAKARTA TIMUR | BUSERKOTA.COM – Malam di Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, berubah muram. Irnakulata Murni (23), mahasiswi asal Inenggaja, Satarmese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tak bernyawa di kamar kos lantai dua, Jumat (11/9/2025) malam. Tubuhnya yang lemah seakan menyimpan cerita panjang: cinta yang seharusnya menguatkan, justru berakhir dengan cekikan maut.

“Dia anak baik, punya mimpi besar. Tapi semua pupus begitu saja,” ucap seorang tetangga kos dengan mata berkaca-kaca, saat ditemui Buserkota.com.


Profil Korban: Irnakulata Murni

Irnakulata adalah putri Manggarai yang dikenal sederhana dan penuh semangat. Dari kampung Inenggaja, ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi. “Ia ingin jadi sarjana, kembali membangun daerah. Cita-citanya sederhana, tapi luhur,” tutur seorang kerabat melalui sambungan telepon.

Sehari-hari, Irnakulata aktif di kegiatan kampus. Ia sering membantu teman-temannya yang kesulitan belajar. Hidup di kos sederhana bukan alasan baginya untuk berhenti bermimpi. Namun, kisah cintanya justru membawa ia pada jalan buntu.


Profil Pelaku: Fahkri Feryyansyah

Berbeda dengan korban, Fahkri Feryyansyah (16) tumbuh dengan jalan berliku. Ia berhenti sekolah, lebih sering menghabiskan waktu di jalanan Jakarta Timur. Usianya masih belia, namun emosinya rapuh.

“Dia sering marah tanpa alasan. Sifat cemburunya berlebihan,” ungkap seorang rekan sebaya. Rasa cinta yang tak terkendali berubah jadi obsesi, hingga membutakan mata hati dan menyeretnya pada tindak kekerasan.


Pertengkaran Berujung Maut

Kronologi bermula dari cekcok cemburu. Pelaku tak mampu menahan amarah, tangannya mencekik leher sang kekasih hingga lemas. Seorang saksi sempat mengusir pelaku dini hari itu. Namun takdir berkata lain, malamnya korban ditemukan tak bernapas.

Lebam di leher, mata, dagu, dan tangan menjadi saksi bisu kekerasan yang dialaminya. Darah masih keluar dari mulut saat jasad ditemukan.


Upaya Polisi Menguak Fakta

Polisi segera bergerak. TKP diperiksa, saksi diperiksa, dan barang bukti diamankan. Jasad korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk visum et repertum.

“Pelaku sudah kami amankan bersama orang tuanya. Karena masih di bawah umur, penanganan dilakukan berkoordinasi dengan unit PPA,” jelas seorang penyidik Polres Metro Jakarta Timur.


Cinta yang Tak Pernah Usai

Irnakulata datang ke Jakarta dengan mimpi, dengan harapan membangun masa depan. Namun, cinta yang rapuh justru merenggut hidupnya.

“Seperti bunga yang baru mekar, dia pergi sebelum waktunya,” kata seorang rekannya lirih.

Kini, duka membalut keluarga besar di Manggarai. Mereka menunggu jenazah putri tercinta kembali ke tanah kelahiran, pulang dalam diam, pulang tanpa kata.


Multibahasa

English

Silent Tears in Ciracas Boarding House: Manggarai Student’s Life Taken by Jealous Lover
“She had dreams, she had light in her eyes, but jealousy extinguished it all,” whispered a neighbor.

Latin

Lacrimae Tacitae in Hospitio Ciracas: Vita Discipulae Abrupta est ab Amante Aemulo
“Tamquam flos recens apertus, ante tempus decidit,” dixit amicus tristis.

Nederlands (Belanda)

Stille Tranen in Ciracas: Het Leven van een Manggarai-Studente Gebroken door Jaloezie
“Ze had dromen, maar alles werd verstikt in één moment van woede,” aldus een getuige.

Tetun (Timor Leste)

Laran Malirin iha Kos Ciracas: Estudante husi Manggarai mate tanba nia namoradu
“Nia moris seidauk kompriensivu, maibé ciúme estraga hotu nia futuru,” hatete vizinhu.

Manggarai

One Ata Moe: Mahasiswi Manggarai mate di Ciracas
“Ia anak ngger, teing agu impian. Tapi ga nggela leles, cewe agu ciu menggerai ia puang,” kata ine kole.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *