Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwaSosial

Tragedi di Perbatasan: Polsek Tastim Sambangi Rumah Duka Korban Penembakan, Imbau Warga Tahan Diri dan Stop Aktivitas Ilegal

399
×

Tragedi di Perbatasan: Polsek Tastim Sambangi Rumah Duka Korban Penembakan, Imbau Warga Tahan Diri dan Stop Aktivitas Ilegal

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA | BUSERKOTA.Com)– Suasana duka menyelimuti Dusun Lamasi A, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur. Seorang pemuda, Abel Bere alias ATB (33), tak lagi pulang dari perburuannya. Ia ditemukan tak bernyawa di wilayah Fatumea, Distrik Suai/Kobalima, Timor Leste, Minggu (17/8/2025). Tragedi di malam gelap itu mengguncang keluarga, sahabat, dan warga perbatasan.

Peristiwa bermula ketika korban bersama sekitar 20 rekannya nekat memasuki wilayah Timor Leste secara ilegal untuk berburu hewan liar. Malam kian larut, dan dentuman senjata terdengar—enam kali letusan diiringi teriakan dalam bahasa lokal. Rekan-rekan korban panik, lari menyelamatkan diri. Namun, ATB tak kembali. Keesokan harinya, tubuhnya ditemukan terbujur kaku.

Kehilangan ini tak hanya menyayat hati keluarga, tetapi juga memantik keresahan masyarakat perbatasan.

Untuk mencegah gelombang emosi dan potensi aksi balas dendam, Polres Belu melalui Polsek Tasifeto Timur bergerak cepat. Patroli diperketat, sambang warga digiatkan, dan imbauan disampaikan langsung di titik-titik rawan.

Rabu (20/8/2025), Kapolsek Tasifeto Timur IPDA Yusran memimpin patroli bersama personel TNI Pos Fatubesi Satgas Pamtas RI-RDTL Yon 741/GN. Mereka menyusuri jalan-jalan desa Takirin, menyapa warga, sekaligus memberikan pesan agar tidak lagi melakukan aktivitas melintasi batas negara secara ilegal.

Patroli itu berlanjut ke rumah duka ATB. Isak tangis keluarga masih terdengar, meski jasad almarhum sudah dimakamkan sehari sebelumnya di TPU Dusun Hasmetan. Di sana, Kapolsek menyerahkan tali asih dan menyampaikan belasungkawa.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami mohon keluarga tetap tabah, kuat menghadapi cobaan ini. Jangan ada niat untuk membalas dendam, karena justru akan membuka luka baru,” kata IPDA Yusran dengan nada menenangkan.

Kapolsek juga menggandeng para tokoh adat, ketua suku, dan pemuka masyarakat agar membantu menenangkan warga. Pesannya sederhana: menahan diri, menjaga kedamaian, dan tidak terpancing oleh emosi.

“Pengamanan ini bukan hanya tugas polisi atau tentara, tapi tanggung jawab bersama. Kami minta semua pihak mengingatkan warga agar tidak melintasi batas negara untuk alasan apapun, termasuk berburu. Risikonya terlalu besar,” tambahnya.

Senada, Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, SH, SIK menegaskan bahwa situasi di Kabupaten Belu secara umum tetap kondusif pasca peristiwa ini. Namun ia mengingatkan bahaya aktivitas ilegal di perbatasan.

“Kami imbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan melintasi batas negara tanpa izin, baik itu penyelundupan maupun perburuan. Kami mohon keluarga korban dan seluruh warga tetap tenang, jangan terprovokasi, dan serahkan segala proses sesuai aturan,” ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas perbatasan Timor Leste terkait peristiwa tersebut. Ia berharap tidak ada lagi warga yang nekat melintas secara ilegal, karena selain melanggar hukum, juga mempertaruhkan nyawa.


Di desa kecil di perbatasan ini, kematian ATB menjadi peringatan pahit tentang risiko yang harus dibayar mahal dari sebuah keberanian yang keliru. Polisi dan tentara menjaga, masyarakat diminta menahan diri, agar duka ini tak berubah menjadi bara baru di tapal batas.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *