Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaInfo PublikPemerintahanPeristiwaPolitik

Warga Desa Naiola Butuh Blok Baton

373
×

Warga Desa Naiola Butuh Blok Baton

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com)-
Warga Desa Naiola Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat membutuhkan atensi  pemerintah daerah kabupaten  sesegera mungkin mengadakan blok baton atau beronjong untuk dapat menahan air akibat galian C dari waktu ke waktu yang mengancam irigasi di persawahan desa tersebut.

Pernyataan ini diungkapkan oleh kepala Desa Naiola, Yakobus Nitsae, Senin (27/1/2025) saat ditemui di kediamannya, Desa Naiola.

Dia mengungkapkan hal tersebut berkaitan dengan kunjungan Komisi II DPRD TTU di desa tersebut pada Jumat (25/1/2025).

Menurut Kades Nitsae, harapan kepada  pemerintah daerah agar membangun bronjong atau blok baton terkait kebutuhan irigasi di persawahan desa tersebut seluas 110 hakter.

Dijelaskan, pihaknya sangat ragu dengan perjuangan Komisi II DPRD, karana hal ini sudah ada kunjungan 30 anggota DPRD TTU pada periode 2019-2024 dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Hendrikus Bana, S.H bahkan pada monitoring  di desa tersebut memberikan pelayanan prima untuk 30 anggota DPRD TTU.

“Kami cukup layan mereka dengan baik, tapi setelah itu mereka lupa ajan keluh kesah kami,” tegasnya.

Kendati mereka cukup kecewa, namun kepada komisi II ini, kades Nitsae sangat mengharapkan dukungan perhatian untuk bantu mendorong instansi terkait untuk membuat blok baton guna menampung air di permukaan pintu masuk irigasi. Karena jarak air dari permukaan ke pintu masuk irigasi berkisar 3- 4 meter.

“Jadi kalau tidak ada blok baton, sudah dapat dipastikan sawah yang terdiri 100 haktare lebih tidak bisa dikerjakan karena debit air tidak cukup. Jadi sangat terancam,” ujarnya.

Dijelaskan, bila tidak ada perhatian dari pemerintah setempat maka dapat dipastikan, warga Desa Naiola akan terancam gagal panen. Hal ini, kata Yakobus, akan berdampaj pula terhadap ancaman rawan pangan di Naiola dan desa sekitar.

Selain itu, dia juga mengharapkan untuk RDPU dengan sejumlah dinas terkait, pihaknya sangat mengharapkan para tokoh masyarakat diundang untuk menyampaikan secara langsung.

“Kita sangat mengharapkan supaya kami para tokoh- tokoh masyarakat diundang, kami ingin menyampaikan hal ini secara langsung dengan instansi terkait,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *