KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com)
Sebanyak 26 pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya periode 2022 -2027 tidak dimasukan sebagai pengurus partai periode 2024 -2029.
Justru kepengurusan yang lagi viral di medsos selain Ketua Dewan Penasehat yang adalah seorang pastor juga dihiasi orang-orang baru.
Karena itu, mereka merencanakan akan memberikan hadiah terindah sebuah surat terbuka buat Prabowo Subianto sebelum dilantik jadi Presiden RI.
“Dari list kepengurusan yang terbawa sejak kepengurusan bapak Drs.Eusabius Binsasi sekitar 35 orang, tidak lebih 6 orang yang diakomodir dari kepengurusan yang baru,” ujar mantan sekretaris Bappilu Benedikta Pricillia Neonbeni, Senin (30/9/2024).
Nedy yang ditemui di kediamannya menjelaskan, dari 35 pengurus hanya 6 atau 8 orang pengurus lama yakni Kristoforus Haki, Yasintus Usfal, Siprianus Manehat dan Ir. Felix Anunut, yang lainnya dijabat oleh orang baru sama sekali,”ungkap Nedy.
Dia menjelaskan, keempat kepengurusan yang baru tersebut ketiga adalah anggota dewan yang terpilih pada pemilu legislatif 14 Februari 2024 lalu dan telah dilantik yakni Kristoforus Haki, Yasintus dan Feliks Anunut, Sedangkan Maria Filiana Tahu, S.Sos, M.Hum merupakan anggota DPRD TTU merupakan pendatang baru yakni beliau berasal dari Fraksi PDIP. Dan Siprianus Manehat adalah tim Temneno yang bergabung jauh sebelum turun surat keputusan Gerindra ke Temneno.
Akibatnya dengan kepengurusan Gerindra yang baru ini tersebut maka dihiasi oleh data pendatang baru.
“Saya katakan hampir 95 persen adalah orang baru yang tidak pernah merasakan tentang betapa rumitnya membesarkan partai Gerindra di kabupaten TTU ini.
Bahkan partai Gerindra di bapak bapak Eus Binsasi berhasil membawa banyak perubahan yakni menambah tiga menjadi 4 kursi DPRD kabupaten 1, menambah kursi 1 DPRD NTT di dapil 7, dan merebut kembali 1 kursi yang hilang di pemilu 2019 jaman pak Fary menjadi 1 kursi.
Dan pada Pemilu Presiden Kabupaten TTU menyumbang kemenangan 68 %. Kerja keras beliau tidak bisa dianggap sebelah mata oleh Kristo Haki, cs. Ini harus dilihat dan diketahui oleh Prabowo Subianto,” ungkapnya Nedy dengan nada kesal.
Dia mengungkapkan, permainan kotor ini dilakukan oleh Kristoforus Haki cs. yang memilki sandaran kuat di DPD dan DPP, dimana dari keputusan DPP memilih dia dari Sekretaris menjadi ketua.
“Kita tidak marah, tapi mestinya mengikuti mekanisme Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga yang ada dan diatur dalam Partai Gerindra. Bagaimana Anda sendiri ke mana-mana, pukul dada kader Hambalang tetapi Anda sendiri tidak menghargai proses di dalam Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Partai Gerindra,” ungkapnya.
Lebih jauh Nedy mengungkapkan, dirinya bersama kader lainnya akan melakukan protes kepada Prabowo Subianto, yang telah memberikan hadiah Surat Keputusan yang cacat hukum dan menodai perjuangan Partai Gerindra untuk meninjau kembali surat keputusan tersebut. “Kami rencanakan untuk membuat surat terbuka kepada Prabowo Subianto agar beliau tahu persoalan yang lagi terjadi di TTU ini.”
Asal tahu saja. Surat Keputusan yang lagi viral di medsos adalah SK DPP Gerindra tentang kepengurusan DPC dengan bernomor 09-0586/Kpts/DPP-GERINDRA/2024 tanggal 18 September 2024 ditandatangi oleh ketua umum Prabowo Subianto menempatkan Kristoforus Haki sebagai Ketua, Sekretaris Fransiskus Sarmento dan Bendahara dijabat oleh Maria Filiana Tahu, anggota DPRD TTU.
Anehnya lagi, Ketua Dewan Penasehat seorang pastor, Pater Paulus Wain, SVD yang secara hirarki gereja Katolik dilarang keras kecuali memilih keluar dari biara atau memilih keluar dari Pastor.














