Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaKesehatanOlahragaPeristiwa

Satpol PP NTT Ditempa, Humanisme Ditegaskan

32
×

Satpol PP NTT Ditempa, Humanisme Ditegaskan

Sebarkan artikel ini

KUPANG | BUSERKOTA.Com — Pagi itu, halaman Gedung Sasando di Kantor Gubernur NTT berubah menjadi ruang disiplin yang hidup. Napas para personel Satuan Polisi Pamong Praja berirama dengan langkah-langkah tegas, sementara Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, berdiri di garis depan—bukan sekadar memimpin, tetapi memberi teladan.

Latihan bela diri yang digelar Jumat (24/4) itu bukan sekadar rutinitas fisik. Ia menjelma menjadi pesan tentang kesiapsiagaan, kendali diri, dan wajah humanis aparat di tengah dinamika penegakan peraturan daerah. Di bawah pengawasan Kepala Satpol PP NTT, Yohan Loban, para personel mengikuti setiap sesi dengan penuh kesungguhan—dari pemanasan hingga teknik pengendalian konflik.

Instruksi demi instruksi mengalir dari Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP, Yorgens Lievel Domisons Adoe—seorang sempai Shorinji Kempo—yang memadukan ketangkasan teknik dengan filosofi penguasaan diri. Gerak mereka serempak, tegas, namun terukur.

Di sela latihan, Wagub Johni mantan Kapolda NTT ini menyampaikan arahannya dengan nada yang tenang, namun mengandung ketegasan moral yang kuat.

╔═══════════════════════════════════════╗
🌹 Kemampuan bela diri bukan untuk bersikap keras atau represif, melainkan sebagai perlindungan diri dan menjaga situasi tetap kondusif. Satpol PP harus hadir dengan ketegasan yang beretika dan sikap yang humanis.” 🌹
╚═══════════════════════════════════════╝

Pesan itu menggema di antara barisan personel. Bahwa di balik seragam, ada tanggung jawab untuk menjaga ketertiban tanpa kehilangan empati. Bahwa kekuatan bukan untuk menekan, melainkan untuk melindungi.

Lebih jauh, Johni menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa Satpol PP adalah garda terdepan yang tak hanya diuji fisiknya, tetapi juga sikap dan cara berkomunikasi dengan masyarakat.

╔═══════════════════════════════════════╗
🌹 Dimanapun bertugas, personel harus disiplin, beretika, santun, namun tetap tegas. Kepercayaan publik dibangun dari sikap yang konsisten dan pendekatan yang manusiawi.” 🌹
╚═══════════════════════════════════════╝

Kepala Satpol PP NTT, Yohan Loban, menegaskan bahwa kompleksitas tantangan di lapangan menuntut aparatur yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan. Pendekatan persuasif, menurutnya, menjadi kunci agar kehadiran Satpol PP diterima masyarakat, bukan ditakuti.

Di wajah para personel, terlihat kepercayaan diri yang tumbuh. Latihan itu memberi lebih dari sekadar keterampilan—ia menanamkan kesiapan mental untuk menghadapi situasi yang berpotensi memicu gesekan sosial.

Di halaman itu, di bawah langit Kupang yang terbuka, negara hadir bukan dalam bentuk kekuasaan yang kaku, melainkan dalam sikap yang terlatih, terukur, dan berperasaan. Satpol PP ditempa bukan hanya menjadi kuat, tetapi juga menjadi bijak.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *