KUPANG |BUSERKOTA.Com — Subuh belum sepenuhnya beranjak dari Kota Kupang ketika sebuah dentuman memecah kesunyian Jalan Timor Raya. Di depan Toko Piala Jaya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, sebuah sepeda motor terhenti setelah menghantam tembok pagar dan tiang provider seluler. Di titik itulah perjalanan hidup seorang mahasiswa muda, Jefentri Asbanu (25), berakhir untuk selamanya.
Jalan yang beberapa saat sebelumnya lengang, hanya ditemani lampu-lampu kota yang masih menyala redup, mendadak menjadi saksi sebuah tragedi yang meninggalkan duka mendalam. Pemuda asal Kelurahan Bantuan, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu ditemukan dalam kondisi luka berat setelah mengalami kecelakaan tunggal pada Senin (8/6/2026) dini hari.
╔══════════════════════════════════╗
❝ Itu kejadiannya kecelakaan tunggal.
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis. ❞
— AKP Triken Deayomi, Kasatlantas Polresta Kupang Kota
╚══════════════════════════════════╝
Menurut penjelasan Kasatlantas Polresta Kupang Kota AKP Triken Deayomi, korban saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam biru berpelat nomor DH 6657 CS dari arah SPBU Pohon Duri Oesapa menuju traffic light Oesapa.
Namun ketika tiba di lokasi kejadian, Jefentri diduga kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya. Motor yang melaju di jalur kiri itu keluar dari lintasan dan menghantam tembok pagar serta tiang provider seluler yang berada di pinggir jalan.
Benturan keras tak terelakkan.
Tubuh mahasiswa itu terpental dengan luka serius di sejumlah bagian vital. Darah mengalir dari telinga kirinya. Luka terlihat pada bagian dahi, wajah, hingga perut. Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin sebelum membawanya ke Rumah Sakit Leona Kupang.
╔══════════════════════════════════╗
❝ Korban juga mengalami luka di bagian dahi serta mengeluarkan darah dari telinga kiri. ❞
— AKP Triken Deayomi
╚══════════════════════════════════╝
Di ruang perawatan rumah sakit, tim medis berusaha memberikan penanganan terbaik. Harapan sempat menggantung di antara doa keluarga dan upaya penyelamatan yang dilakukan tenaga kesehatan. Namun takdir berkata lain. Pada pukul 06.13 Wita, Jefentri dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan betapa tipis batas antara perjalanan biasa dan musibah yang datang tanpa aba-aba. Jalan raya yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan dapat berubah menjadi ruang yang penuh risiko ketika kendali kendaraan, kondisi fisik pengendara, maupun faktor keselamatan lainnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
╔══════════════════════════════════╗
❝ Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan. ❞
— AKP Triken Deayomi
╚══════════════════════════════════╝
Kini, di tepi Jalan Timor Raya yang kembali ramai oleh lalu-lalang kendaraan, jejak kecelakaan itu mungkin perlahan akan hilang. Namun bagi keluarga, sahabat, dan mereka yang mengenal Jefentri Asbanu, subuh kelabu di Oesapa akan tetap tersimpan sebagai pengingat bahwa setiap perjalanan selalu menyimpan harapan untuk pulang—sebuah harapan yang pagi itu tak sempat sampai ke tujuan.














