Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikPemerintahanPolitikTeknologi

APP GOR Sudiang Berbenah: Dari Koperasi Pedagang hingga Kontribusi PAD Sulsel

369
×

APP GOR Sudiang Berbenah: Dari Koperasi Pedagang hingga Kontribusi PAD Sulsel

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR |BUSERKOTA.Com) – Pasar bukan sekadar ruang jual beli, melainkan denyut nadi kehidupan rakyat kecil. Di Pasar GOR Sudiang, semangat baru kini tumbuh setelah Asosiasi Pedagang Pasar (APP) resmi menjalin kesepakatan kerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan.

Ketua APP GOR Sudiang, Madi, menyebut momentum ini sebagai titik balik untuk membangun pasar yang lebih tertib, bersih, sekaligus berdaya saing.
“Langkah pertama kami adalah membenahi manajemen pasar agar lebih profesional. Kami juga menyiapkan Koperasi Pedagang GOR Sudiang sebagai rumah ekonomi bersama, mengelola limbah plastik agar pasar tetap bersih, dan memutakhirkan data pedagang,” ujar Madi, Ahad (17/8/2025).

Ia meyakini koperasi akan menjadi fondasi kekuatan pedagang dalam mengakses modal usaha, menumbuhkan daya saing, dan menghadirkan sistem ekonomi yang sehat. Sementara pengelolaan limbah plastik diyakini mampu melahirkan pasar yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
“APP bukan hanya memikirkan pedagang, tetapi juga siap berkonstribusi nyata bagi pemerintah. Meski lahan pasar ini milik Pemprov Sulsel, kami ingin berperan dalam meningkatkan PAD non-pajak dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Tantangan di depan tidak ringan. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasar GOR Sudiang tahun 2025 ditetapkan Rp680 juta, sementara hingga pertengahan Agustus baru terealisasi Rp330 juta. Artinya, APP harus mengejar lebih dari Rp300 juta dalam waktu kurang dari lima bulan.

Kepala UPT PSPKK Dispora Sulsel, Amriana, menyambut optimisme APP.
“Kami menyambut baik langkah cepat APP. Kolaborasi ini diharapkan memberi kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata pada PAD daerah. Dispora tetap akan mengawasi agar pengelolaan berjalan profesional, transparan, dan berpihak pada pedagang,” jelasnya.

Nada serupa datang dari Ketua LSM INAKOR Sulsel, Asri. Ia mengingatkan perlunya kontrol publik yang ketat.
“Kerja sama APP dan Dispora patut diapresiasi, tetapi jangan sampai berhenti di seremoni tanda tangan dan janji manis. Kami akan mengawal agar benar-benar transparan, akuntabel, dan bebas dari pungli. Pasar adalah ruang hidup rakyat kecil, pengelolaannya harus berpihak pada mereka, bukan segelintir elit,” tegasnya melalui sambungan telepon.

Asri menekankan evaluasi harus dilakukan terbuka dengan melibatkan pedagang sebagai subjek utama.
“Kalau tata kelola bersih dan pro rakyat, PAD daerah akan meningkat dengan sendirinya. Namun jika pengawasan lemah, justru masalah baru yang lahir. INAKOR siap hadir sebagai mitra kritis untuk memastikan prinsip good governance benar-benar berjalan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *