ATAMBUA |BUSERKOTA.Com)-Dalam rangkah sukseskan program pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Babinsa Desa Umaklaran,Serda Hironimus Kono terus berjuang di wilayah binaannya dengan melakukan berbagai kegiatan untuk mengatasi masalah Stunting dengan cara pembuatan tempe bersama para kader posyandu, Minggu (14/4/2024 (siang.
Sersan Kono melalui seluler WA-nya mengatakan bahwa kegiatan pembuatan tempe bersama para kader posyandu Desa Umaklaran adalah semata-mata bertujuan untuk menekan angka stunting di desa umaklaran sekaligus dapat memberikan edukasi kepada para ibu-ibu kader posyandu agar tahu cara pembuatan tempe sehingga bisa di disampaikan kepada ibu-ibu yang lain dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kami sebagai Babinsa di perintahkan oleh komando atas agar membantu pemerintah dalam mengatasi stunting di desa binaan makanya saya sebagai Babinsa berinisiatif untuk membuat tempe bersama ibu kader posyandu.
Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu dan anak-anak agar tunbuh sehat dan menjadi generasi yang handal,”ujarnya.
Serda Hiro menjelaskan, proses pembuatan tempe mudah dan bahan bakupun bisa mudah didapat dan murah harganya.
Proses pembuatan melibatkan fermentasi biji kedelai yg di rebus dan di beri kultur jamur Rhizopus sehingga menghasilkan produk makanan yang kaya akan protein dan memiliki tekstur yang kenyal.
Kandungan nutrisi
1.Protein
2.Serat
3.Karbohidrat
4.Lemak
5.Vitamin B.
6.Mineral
7.Isoflavon.
Tempe sebagai sumber protein
1.nabati berkualitas
2.kesehatan jantung
3.kesehatan tulang dan gigi
4.dpat mengatur gula darah.
5.menjaga kesehatan sistim pencernaan.
6.mendukung fungsi otak
7.efek antioksidan
untuk anak-anak.
Kandungan omega -3 tempe berupa asam Alfa-Linolenic yang baik untuk perkembangan otak dan mata anak.
Untuk stunting
Protein tempe tergolong mudah dicerna sehingga dapat digunakan dalam program peningkatan berat badan terutama pada balita.
Kelebihan makan tempe untuk membantu memperbaiki pencernaan dan mencegah sembelit,”jelasnya.
Serda Hiro berharap setelah kegiatan pelatihan pembuatan tempe ini agar sekembalinya ke rumah ibu-ibu kader posyandu dapat membuat sndiri di rumah dan dan setelah jadi lempengan tempe bisa di jual untuk menambah ekonomi dalam rumah tangga,”harapnya.
Untuk diketahui bahwa kegiatan pembuatan tempe ini di kediaman Marius Bili warga Desa Umaklaran RT.03/RW.02 Dusun Taektoo Kecamatan TASTIM Kabupaten Belu NTT didampingi Ketua Kader Posyandu Theresia dengan empat orang peserta.(Anis ikun).














