Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Busur Panah Kembali Berdarah di Makassar, Remaja Penyerang Driver Maxim Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

148
×

Busur Panah Kembali Berdarah di Makassar, Remaja Penyerang Driver Maxim Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Sebarkan artikel ini

 

MAKASSAR |BUSERKOTA.Com— Siang itu, kemacetan di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala, Kecamatan Manggala, tampak seperti hari-hari biasa. Deru kendaraan bercampur suara klakson memecah panas Kota Makassar. Namun di balik hiruk-pikuk jalanan itu, sebuah anak panah busur melesat tajam dan mengubah ketegangan kecil menjadi kasus penganiayaan serius yang kembali mengguncang warga.

Jajaran Reskrim Polsek Manggala akhirnya berhasil mengamankan seorang remaja berinisial MRH (17), pelaku penganiayaan terhadap pengemudi ojek online Maxim bernama Sandi S (29). Pelaku diamankan setelah menyerahkan diri ke Mapolsek Manggala pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WITA.

Remaja tersebut diketahui berdomisili di wilayah Jalan Inspeksi Kanal Bangkala, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, sementara korban merupakan warga Jalan Borong Raya, Makassar.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 11.15 WITA di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala. Korban mengalami luka serius setelah anak panah busur menancap di bagian pinggang sebelah kanan.

Suasana mencekam bermula saat korban melintas di tengah kemacetan jalan. Di lokasi tersebut, pelaku diduga sedang melakukan aktivitas “palimbang-limbang” atau pa ogah. Dari situlah cekcok dipicu.

Menurut keterangan korban kepada polisi, pelaku tiba-tiba melepaskan busur panah ke arah tubuhnya hingga mengenai bagian pinggang kanan korban.

🌹❤️
“Korban mengalami luka cukup serius karena anak panah busur tertancap di bagian pinggang sebelah kanan,”
— Keterangan penyidik Polsek Manggala 🌹❤️

Usai menerima laporan, Kapolsek Manggala Semuel To’longan langsung memerintahkan Kanit Reskrim AKP Andi Ilham bersama Panit Opsnal IPTU Andi Fahruddin dan IPDA Mannang untuk melakukan penyelidikan intensif.

Polisi bergerak cepat memburu pelaku. Enam remaja yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian turut diamankan untuk dimintai keterangan. Aparat juga beberapa kali mendatangi rumah pelaku dan lokasi tempat pelaku biasa berkumpul.

Namun saat pengejaran berlangsung, pelaku diketahui telah melarikan diri.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku agar bersedia menyerahkan anaknya kepada aparat penegak hukum.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa hari bersembunyi, MRH diantar langsung oleh orang tuanya ke kantor Polsek Manggala untuk menyerahkan diri.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

Ia mengaku awalnya menegur korban yang dianggap menerobos kemacetan di lokasi palimbang. Namun teguran tersebut memicu pertengkaran hingga berujung perkelahian.

💐❤️
“Pelaku mengaku sempat dipukul korban satu kali. Setelah itu pelaku lari, lalu mengambil busur panah yang disimpan di pinggir kanal sebelum kembali menyerang korban,”
— Hasil interogasi penyidik 💐❤️

Dalam kondisi emosi dan panik, pelaku mengambil anak panah busur beserta ketapel pelontarnya yang sebelumnya disembunyikan di area kanal atau rawa-rawa sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, pelaku kembali mendatangi lokasi tempat korban memarkir kendaraannya. Saat korban hendak menaiki motor, pelaku langsung melepaskan anak panah ke arah korban hingga mengenai pinggang belakang korban.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sementara alat pelontar busur atau pangka busur dibuang ke dalam kanal guna menghilangkan barang bukti.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu buah anak panah busur yang sebelumnya tertancap di tubuh korban serta satu buah switer merah yang digunakan pelaku saat perkelahian berlangsung.

Kapolsek Manggala Semuel To’longan mengungkapkan, usai kejadian pelaku sempat melarikan diri menuju wilayah Malengkeri sebelum akhirnya kabur ke Kabupaten Jeneponto menggunakan mobil angkutan umum.

🌺❤️
“Pelaku sempat melarikan diri ke Jeneponto. Namun karena mengetahui dirinya terus dicari polisi, pelaku akhirnya memilih menyerahkan diri melalui orang tuanya,”
Kapolsek Manggala Semuel To’longan 🌺❤️

Polisi menyebut motif penganiayaan dipicu karena pelaku tidak menerima teguran korban hingga akhirnya nekat melakukan penyerangan menggunakan busur panah.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolsek Manggala untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami asal-usul kepemilikan senjata tajam jenis busur panah yang digunakan pelaku.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi Kota Makassar. Fenomena penggunaan busur panah di kalangan remaja dinilai semakin meresahkan dan kerap memicu aksi kekerasan jalanan yang mengancam keselamatan warga, terutama para pengguna jalan yang melintas tanpa pernah tahu kapan bahaya datang menghantam dari gelapnya sudut kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *