Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaPemerintahanPeristiwaPolitikSosial

Dari Perbatasan Timor Leste, Persaudaraan Doa Menembus Flores

22
×

Dari Perbatasan Timor Leste, Persaudaraan Doa Menembus Flores

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BUSERKOTA.Com— Di tengah perayaan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Pemkab Belu  memilih untuk tidak hanya bersuka cita. Di antara ucapan syukur, perjumpaan kenegaraan, dan semangat Merah Putih, terselip doa untuk saudara-saudara sebangsa di Flores yang sedang menghadapi duka akibat bencana gempa bumi.

Pesan itu disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H, seusai memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Belu di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Senin (17/8/2026).

Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay dan para undangan, Bupati kemudian mengikuti secara langsung melalui live streaming Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dari Jakarta di Gedung Wanita Betelalenok.

Dari tempat itu, suasana perayaan berlanjut dalam Tos Kenegaraan bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, Paskibraka, serta para undangan lainnya.

Namun, kemeriahan tidak membuat perhatian terhadap penderitaan sesama anak bangsa menghilang.

Dari Sukacita Menuju Doa

Dalam kesempatan tersebut, Willy Lay mengajak masyarakat Kabupaten Belu mensyukuri kemerdekaan yang telah dinikmati selama 81 tahun. Tetapi, ia mengingatkan bahwa kebahagiaan kemerdekaan seharusnya berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap mereka yang sedang tertimpa musibah.

“Kita patut bersyukur karena masih boleh merayakan kemerdekaan dalam keadaan sehat walafiat. Namun, saudara-saudara kita di Flores dan beberapa tempat lainnya sedang mengalami bencana alam gempa bumi,” ujar Willy Lay.

Ajakan itu kemudian berubah menjadi sebuah momen hening.

Bupati meminta seluruh peserta menundukkan kepala dan mendoakan mereka yang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi, sekaligus keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan masih bertahan di posko maupun pengungsian.

“Mari kita menundukkan kepala dan berdoa untuk saudara-saudara kita yang telah berpulang karena bencana gempa bumi, juga bagi keluarga-keluarga yang saat ini berada di posko atau pengungsian,” ujarnya.

Di tengah perayaan kemerdekaan, doa itu menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak hanya dibangun oleh sejarah perjuangan, tetapi juga oleh kepedulian antarsesama.

Kemerdekaan dan Persaudaraan

Bagi Willy Lay, peringatan HUT ke-81 RI tidak seharusnya berhenti pada kemeriahan berbagai kegiatan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan menyalakan kembali semangat bersama dalam membangun Kabupaten Belu.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, organisasi, komunitas, serta jajaran pemerintah yang telah mengambil bagian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Belu.

“Terima kasih kepada kita sekalian. Dengan cara kita masing-masing, kita telah memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia,” tutur Willy Lay.

Menurutnya, semangat membangun daerah harus tetap dipelihara meskipun pemerintah tengah menjalankan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Semoga ini menjadi momentum bagi kita untuk mempererat tali persaudaraan. Walaupun dengan efisiensi, kita tetap memiliki semangat untuk membangun,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan efisiensi bukan sebagai alasan untuk memadamkan semangat pembangunan. Sebaliknya, keterbatasan menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan mencari cara agar pembangunan tetap bergerak bersama masyarakat.

Paskibraka dan Disiplin Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Willy Lay memberikan apresiasi khusus kepada anggota Paskibraka Kabupaten Belu yang telah menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan para anggota Paskibraka merupakan buah dari proses latihan yang disiplin serta dukungan para pelatih dari unsur TNI, Polri, dan Brimob.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada adik-adik Paskibra yang begitu sempurna melaksanakan tugas hari ini. Mereka sempurna karena pelatihnya disiplin dari Brimob, TNI dan Polri. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya,” ungkapnya.

Bagi generasi muda Belu, Paskibraka bukan sekadar barisan yang bertugas mengibarkan bendera. Di balik langkah yang seragam dan gerakan yang presisi, terdapat latihan panjang tentang disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan kebersamaan.

Willy Lay berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Belu dalam menghadapi masa depan.

Nasionalisme yang Berwajah Kemanusiaan

Secara kontekstual, pesan Bupati Belu memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan memiliki dimensi yang lebih luas daripada seremoni kenegaraan. Di tengah kebanggaan sebagai bangsa yang merdeka, kepedulian terhadap korban bencana menjadi bentuk nyata nasionalisme yang berakar pada kemanusiaan. Dari wilayah perbatasan seperti Belu, pesan persaudaraan itu menjadi penting: jarak geografis tidak seharusnya menjadi jarak emosional antarsesama warga Indonesia.

Tos Kenegaraan akhirnya menjadi ruang untuk kembali meneguhkan harapan. Pemerintah dan masyarakat duduk bersama, merayakan kemerdekaan dengan kesadaran bahwa pembangunan membutuhkan kerja kolektif.

Menutup pesan kemerdekaannya, Willy Lay kembali mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga kepedulian sosial, dan bekerja bersama membangun Kabupaten Belu.

“Semoga dengan Tos Kenegaraan ini kita lebih sejahtera dan lebih sukses lagi. Terima kasih untuk semuanya. Dirgahayu Republik Indonesia!” pungkasnya.

Di Atambua, kemerdekaan hari itu tidak hanya dirayakan dengan sorak dan ucapan selamat. Ia juga menemukan maknanya dalam sebuah doa yang diarahkan ke Flores.

Sebab, persaudaraan sejati tidak mengenal batas wilayah; ketika satu bagian Indonesia terluka, bagian lainnya seharusnya ikut merasakan dan mengulurkan hati.

 

Penulis: ProkopimpemkabbeluEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *