Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikPeristiwa

Di Pinggir Jalan, Negara Mendekat

164
×

Di Pinggir Jalan, Negara Mendekat

Sebarkan artikel ini

Patroli Dialogis Polsek Citak Mitak: Ketika Seragam Mendengar, Bukan Menggurui

MAPPI |BUSERKOTA.Com—
Di Citak Mitak, keamanan tidak datang dengan sirene. Ia hadir perlahan—menyusuri debu jalan, menyinggahi para-para kayu, dan duduk sejajar dengan mama-mama Papua yang menakar harapan dari hasil bumi yang mereka jajakan. Di sanalah negara, hari itu, memilih untuk mendekat.

Kamis, 29 Januari 2026, sore menjelang senja, suasana hangat menyelimuti pinggir jalan Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi. Bukan oleh matahari semata, melainkan oleh percakapan—jujur, sederhana, dan tanpa sekat—antara aparat kepolisian dan warga.

Di bawah komando Kapolsek Citak Mitak, Ipda Imam Bukhori, S.H., patroli dialogis Polsek Citak Mitak tidak sekadar memantau kamtibmas. Mereka menyapa, mendengar, dan duduk bersama mama-mama Papua yang menggantungkan hidup pada lapak kecil di tepi jalan.

Tak ada mimbar. Tak ada jarak. Hanya dialog.

Seragam yang Turun ke Tanah

Patroli itu bergerak menyasar titik-titik keramaian. Namun yang paling menyita perhatian adalah ketika para personel berhenti di para-para sederhana—tempat ubi, pisang, dan sayur-mayur menjadi penopang dapur keluarga.

Di sanalah aspirasi mengalir. Tentang rasa aman. Tentang kekhawatiran berjualan hingga sore. Tentang harapan agar jalan tetap damai.

“Kami ingin memastikan Polri selalu hadir untuk masyarakat. Dengan dialog langsung, kami mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi tindak kriminalitas,”
ujar Ipda Imam Bukhori, dengan nada yang lebih mengajak daripada memerintah.

Bagi warga, pendekatan ini bukan hal sepele. Ia menjadi penanda bahwa keamanan bukan hanya urusan aparat, tetapi hasil gotong royong antara negara dan rakyatnya.

Mama-mama Papua dan Rasa Aman

Para pedagang menyambut patroli dialogis ini dengan senyum yang jujur. Bagi mereka, kehadiran polisi yang mau mendengar adalah bentuk perlindungan yang nyata.

Interaksi sederhana itu—bertanya kabar, mendengar keluhan, menanggapi dengan empati—memberi ketenangan tersendiri bagi mama-mama Papua yang setiap hari berjualan di ruang terbuka, rentan, dan seringkali luput dari perhatian.

“Warga menyambut positif kegiatan ini dan berharap patroli rutin terus dilakukan untuk menjamin kelancaran aktivitas mereka,”
pungkas Kapolsek.

Menjaga Damai dari Isu yang Membelah

Tak hanya soal kriminalitas, personel Polsek Citak Mitak juga menyampaikan pesan penting: menjaga kerukunan dan kewaspadaan terhadap isu-isu provokatif yang dapat memecah persatuan warga.

Edukasi ini disampaikan dengan bahasa sederhana—tanpa menggurui—sehingga mudah diterima dan membumi.

Keamanan yang Diperjuangkan Bersama

Patroli dialogis ini menjadi pengingat bahwa stabilitas keamanan tidak selalu lahir dari tindakan represif. Ia tumbuh dari kepercayaan. Dari kehadiran. Dari kemauan untuk mendengar.

Polsek Citak Mitak berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin demi menciptakan kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan di wilayah hukum Polres Mappi, khususnya di Distrik Citak Mitak.

Di pinggir jalan itu, di antara hasil bumi dan tawa kecil mama-mama Papua, keamanan menemukan wajahnya yang paling manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *