Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AgamaBerita UtamaPeristiwa

Pulang dari Tanah Suci, Kembali Membawa Cahaya: Belu Menyambut Langkah Para Tamu Allah

41
×

Pulang dari Tanah Suci, Kembali Membawa Cahaya: Belu Menyambut Langkah Para Tamu Allah

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BUSERKOTA.Com

— Siang itu, halaman Masjid Hidayatullah di Pasar Baru, Atambua, tak sekadar menjadi tempat pertemuan. Ia berubah menjadi ruang pulang—tempat rindu yang dituntaskan, doa yang dipeluk kembali, dan perjalanan panjang yang akhirnya bermuara di tanah sendiri, Rabu 24 Juni 2026.

Satu per satu jemaah haji Kabupaten Belu Tahun 1447 H/2026 M tiba setelah kurang lebih empat puluh hari menapaki jejak spiritual di Tanah Suci. Wajah-wajah yang pulang membawa sesuatu yang tak tampak oleh mata: ketenangan yang lebih dalam, langkah yang lebih teduh, dan hati yang telah ditempa oleh perjalanan ibadah.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Belu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Belu, Riene Bere Baria, ST, hadir menyambut kepulangan para jemaah di Masjid Hidayatullah, Rabu (24/6/2026).

Dalam suasana hangat dan penuh rasa syukur, pemerintah menyampaikan harapan agar ibadah yang telah ditunaikan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, melainkan menjelma menjadi energi sosial yang hidup di tengah masyarakat.

“Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama,” menjadi pesan yang mengalir lembut namun kuat dalam penyambutan tersebut.

Kepulangan para jemaah tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan fisik menuju Makkah dan Madinah, tetapi juga membuka babak baru: bagaimana pengalaman spiritual diterjemahkan menjadi teladan dalam keluarga, lingkungan, dan ruang sosial yang lebih luas.

Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang terus bergerak cepat, kehadiran para haji dan hajjah kerap dimaknai sebagai hadirnya simpul moral—penjaga nilai, penguat persaudaraan, dan pengingat bahwa ibadah pada akhirnya menemukan makna tertingginya ketika menghadirkan manfaat bagi sesama.

Selamat datang kembali para tamu Allah. Semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur, menghadirkan keberkahan bagi keluarga, menumbuhkan kesejukan di tengah masyarakat, dan meninggalkan jejak kebaikan yang panjang bagi Kabupaten Belu—sebab perjalanan paling agung bukanlah saat seseorang tiba di Tanah Suci, melainkan ketika ia pulang dan mampu menjaga cahaya itu tetap hidup.

Penulis: Redaksi Buserkota.comEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *