KEFAMENANU |BUSERKOTA Com]-TAMAN DOA yang terletak di Kelurahan Sasi Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur ,perbatasan Timor Leste khususnya di Paroki St. Antonius Padua Sasi, Keuskupan Atambua, sungguh amat menggoda hati.
Bahkan bagi orang luar, bila menginjak kaki di kota kecil ini, tak kuasa menahan hasrat, ingin datang di Patung Bunda Maria Immacuta itu baik untuk memohon pertolongan atau sekedar mengambil gambar.
Patung Sta Maria Immaculata setinggi 18 meter, sungguh menarik dan menggoda hati para pengunjung wisata religi dari berbagai daerah. Lagi pula dilengkapi dengan sejumlah fasilitas rohani lainnya yakni ruang adorasi, patung jalan salib dari stasi 1 sampai stasi ke 14 dan fasilitas taman lainnya.
Ketua Panitia pembangunan Taman, Adrianusz M Pontus, Rabu (22/1/2025) ketika ditemui di ruang kerjanya, mengaku, pihaknya cukup terbantu dengan ribuan kunjungan umat yang datang mengunjungi Taman Doa tersebut. Dengan kunjungan tersebut banyak umat yang berderma yang sebagian derma digunakan untuk operasional dan sebagian digunakan untuk melengkapi fasilitas yang ada pada taman doa tersebut.
Dirinya mengaku, sejak didirikan dan diresmikan oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, Taman Doa ini mendapat perhatian dari berbagai pihak baik dalam maupun luar NTT.
Meskipun kondisi semakin cantik, tapi panitia masih saja tak henti-hentinya terus melakukan berbagai kegiatan pembangunan untuk terus mempercantik taman doa yang terletak di pintu depan Gereja Paroki St. Antonius Padua Sasi itu agar memberi kenyamanan.
Adhi Pontus dengan didampingi sekretaris Panitia Pembangunan, Tarsisius Sasi mengatakan, pihaknya sangat memberi apresiasi atas dukungan berbagai pihak baik dukungan moril dan materi sehingga pembangunan Taman Doa ini hampir selesai.
“Tinggal sisa pekerjaan kecil- kecil yang perlu dibereskan,” ungkapnya, dibenarkan oleh Tarsi Sasi.
Pihaknya telah menargetkan pada 31 Mei 2025 semua akan selesai dan panitia akan menyerahkan ke Paroki St. Antonius Padua Sasi pada tangga 5 Juli 2025 mendatang.
Dia menguraikan, total biaya pembangunan hingga kini sudah mencapai Rp 3, 3 M lebih. Iamemperperkirakan total biaya pembiayaan pembangunan Taman Doa ini akan mencapaI Rp 3, 5 M lebih yang diperoleh dari berbagai kegiatan panitia bersama umat
Dukungan anggaran tersebut datang dari berbagai pihak yang memberikan perhatian penuh untuk pembangunan taman doa ini termasuk dari umat Paroki Sasi yang diberikan atas suka rela atas dasar iman.
“Jadi umat memberi dari kesukarelaan bukan paksaan atau sebuah kewajiban dari paroki. Ini sungguh benar dari rasa solidaritas iman umat,” ungkap Adhi, diamini sekretaris panitia, Tarsisius Sasi.
Dia menjelaskan saat ini pihaknya tinggal melakukan pekerjaan ringan ringan yang harus diselesaikan.
“Kita hampir menyelesaikan pekerjaan pembangunannya, kita sudah menjadwalkan pada 5 Juli 2025 panitia akan menyerahkan ke paroki. Kemudian pihak paroki mengelola Taman Doa lebih jauh,” ungkap Adhi yang juga Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu ini.
Taman doa ini telah dilekapi pangar indah, CCTV, WC, trotoar dan penambahan fasilitas lain untuk mempercantik taman doa ini. “Sehingga pada tanggal 5 Juli 2025 mendatang, kita sudah siap untuk diserahkan ke Paroki, mudah- mudahan dapat dikelola dengan baik dan semakin dicintai dan diminati oleh umat sejagat ini,” ujarnya.(*)














