Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Terendus di pasar Sarmi, Terduga Penghubung s Senjata KKB Dibekuk Aparat

129
×

Terendus di pasar Sarmi, Terduga Penghubung s Senjata KKB Dibekuk Aparat

Sebarkan artikel ini

 Mata Rantai Pemasok Kelompok Bersenjata Terus Diburu

JAYAPURA | BUSERKOTA.COM – Keramaian Pasar Sentral Sarmi, Sabtu (6/6/2026) siang, mendadak menjadi titik akhir pelarian seorang pria berinisial YK (52). Di tengah aktivitas warga yang berlangsung seperti biasa, personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Sarmi bergerak cepat mengamankan pria yang diduga menjadi perantara penyaluran senjata api dan amunisi kepada jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan.

Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan yang telah dilakukan aparat sejak beberapa bulan terakhir dalam upaya membongkar jaringan pemasok senjata dan amunisi ilegal yang diduga menyuplai kelompok bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kasus ini merupakan bagian dari ║ ║ pengembangan penyidikan jaringan ║ ║ pemasok senjata dan amunisi yang ║ ║ diduga menyuplai kebutuhan ║ ║ kelompok bersenjata di wilayah ║ ║ Yalimo dan Yahukimo.” ║ ║ ║ ║ — Kombes Pol. Yusuf Sutejo ║ ╚════════════════════════════════════╝

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, YK diduga pernah menerima satu pucuk senjata api beserta amunisi yang dibawa seorang pria berinisial B pada awal Maret 2026 di kawasan Argapura, Kota Jayapura. Senjata dan amunisi tersebut selanjutnya diduga disalurkan kepada sejumlah pihak yang melakukan transaksi dengan kelompok yang dipimpin Simeon Payage.

Berbekal informasi keberadaan YK di Pasar Sentral Sarmi, tim gabungan segera bergerak dan melakukan penangkapan. Setelah diamankan, YK langsung dibawa ke Polres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan pemasokan senjata dan amunisi ilegal.

Dari penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersangka, di antaranya telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, uang tunai dalam berbagai pecahan serta sejumlah barang pribadi lainnya yang kini menjadi bagian dari bahan pendalaman penyidikan.

Data Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan bahwa hingga awal Juni 2026 sedikitnya 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara jaringan senjata dan amunisi ilegal tersebut. Dari rangkaian operasi yang dilakukan, aparat juga berhasil menyita 298 butir amunisi, empat magazen senapan SS1, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas Perang Dunia yang ditemukan dalam kondisi berkarat dan tanpa popor.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen negara dalam memutus jalur distribusi senjata ilegal yang selama ini menjadi sumber kekuatan kelompok bersenjata.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kami berkomitmen menindak tegas ║ ║ seluruh pihak yang terlibat, baik ║ ║ sebagai penyedia, perantara, ║ ║ pendana maupun pembeli senjata ║ ║ dan amunisi ilegal.” ║ ║ ║ ║ — Irjen Pol. Faizal Ramadhani ║ ╚════════════════════════════════════╝

Menurutnya, penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap jaringan yang lebih luas dan memastikan setiap pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan penyidik masih mendalami peran tersangka YK, termasuk jalur distribusi, pola komunikasi, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Jaringan di Balik Senjata

Kasus ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan di Papua tidak hanya berasal dari kelompok bersenjata yang berada di lapangan, tetapi juga dari jaringan pemasok yang bekerja dalam senyap. Setiap senjata yang beredar secara ilegal selalu memiliki rantai distribusi yang melibatkan lebih dari satu pihak. Karena itu, keberhasilan mengungkap perantara menjadi langkah penting dalam memutus sumber logistik yang menopang aksi-aksi kekerasan.

Untuk jangka panjang, negara perlu memperkuat pengawasan terhadap peredaran senjata dan amunisi ilegal melalui sinergi aparat penegak hukum, intelijen, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat. Di sisi lain, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan di daerah rawan konflik juga harus terus diperkuat agar ruang gerak jaringan kekerasan semakin menyempit.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan pengembangan penyidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan pemasokan senjata api dan amunisi ilegal di Papua. Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap tersangka YK masih berlangsung untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Di balik setiap senjata ilegal yang berhasil disita, tersimpan satu harapan besar bagi masyarakat Papua: bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban hari ini, tetapi juga memastikan generasi esok tumbuh tanpa bayang-bayang kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *