KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com|-
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Timor Tengah Utara, Elfira Ogom mengatakan, lembaga siap untuk membimbing dan mendampingi 75 remaja putri yang berasal dari kecamatan untuk menjadi pengusaha.
Ny. Elvira Ogom menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan di kediamannya, km 2 Kefamenanu, Selasa (15/10/2024).
Istri dari Drs. Juandi David ini menjelaskan, 75 remaja yang sedang dipersiapkan jadi pengusaha saat ini mengikuti pelatihan PKW 2024 selama 40 hari di Balai Latihan Kerja (BLK) Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat keterampilan di bidang tenun sekaligus meningkatkan kewirausahaan di bidang tenun.
Dikatakannya, usai pelatihan, 75 remaja putri tersebut akan difasilitasi dengan berbagai perlengkapan tenun untuk setiap saat memproduksi tenun. Hasil produksinya, akan dibeli oleh Dekranasda TTU untuk diolah lebih lanjut.
“Jadi mereka, 75 anak remaja putri yang mengikuti pelatihan PKW akan dilatih untuk menjadi penenun yang terampil dan terlatih, setelah pelatihan itu, mereka akan difasilitasi untuk menjadi penenun,” ungkapnya.
Para peserta pelatihan tersebut, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mereka jauh lebih bersemangat dan lebih bergairah untuk menekuni dunia yang satu ini. “Para peserta semakin bersemangat untuk mengikuti latihan tersebut.”
Sebelumnya, Sekretaris PKW 2024, Ina Seran menjelaskan, pelatihan bagi 75 remaja putri tersebut atas kerjasama PKW Bapers, Dinas Sosial dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten TTU tersebut dilakukan kurang lebih 2 bulan. Pelatihan tersebut hingga peserta benar-benar memiliki keterampilan di bidang tenun.
Ina menjelaskan, 75 peserta yang rata rata berusia 15- 25 tahun ini atau remaja putus sekolah dan belum memiliki pekerjaan tetap ini akan difasilitasi dengan 1 paket usaha di bidang tenun ikat usai pelatihan.
Hampir sama sekretaris PKW, Ina Seran. Instruksi dari SMK1 Negeri Kefamenanu, Theodorina Soni mengatak, pelatihan yang berlangsung kurang lebih sampai 5 Desember 2024 ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat usaha di bidang tenun.
Soni menjelaskan, pengembangan kewirausahaan di bidang tenun ini karena pemerintah daerah melihat peluang usaha di bidang tenun. Selain itu tenun lagi ngetren dan dunia fashion sho ini cukup diminati oleh masyarakat.














