Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwaPolitik

Diburu di Pintu Sungai, Dua Pemasok Miras Ilegal ke Assue Akhirnya Terkapar di Tangan Polisi

41
×

Diburu di Pintu Sungai, Dua Pemasok Miras Ilegal ke Assue Akhirnya Terkapar di Tangan Polisi

Sebarkan artikel ini

MAPPI |BUSERKOTA.COM – Pagi di Dermaga Eci biasanya dibuka dengan riak air yang tenang dan lalu-lalang warga yang menggantungkan hidup pada jalur sungai. Namun dalam dua hari terakhir, suasana itu menyimpan cerita berbeda. Di balik kapal-kapal penumpang yang bersandar, aparat Polsek Asgon bergerak senyap, menelusuri setiap sudut ruang angkut, memburu sesuatu yang selama ini dianggap menjadi pemantik keresahan masyarakat.

Operasi yang digelar secara beruntun itu akhirnya membuahkan hasil. Dua pria yang telah lama masuk dalam radar kepolisian berhasil diamankan bersama puluhan botol minuman keras ilegal yang diduga hendak diedarkan di wilayah Distrik Assue.

Kapolsek Asgon, IPTU Hendro Kabarek, S.H., menjelaskan bahwa operasi penertiban tersebut menyasar kapal-kapal penumpang yang bersandar di Dermaga Eci sebagai langkah antisipasi masuknya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam operasi itu, polisi berhasil mengamankan 12 botol minuman keras jenis Anggur Kawa-Kawa dan 48 botol minuman keras jenis Carson dari tangan dua tersangka berinisial F dan RZ.

“Selama dua hari operasi kami berhasil mengamankan barang bukti 12 botol miras jenis Anggur Kawa-Kawa serta 48 botol jenis Carzon yang dipasok oleh dua tersangka yaitu F dan RZ,” ujar IPTU Hendro Kabarek saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/6/2026).

Tersangka F (21), warga Jalan Garuda, Kampung Eci, menjadi orang pertama yang diamankan. Namanya bukanlah sosok asing bagi aparat. Berdasarkan berbagai laporan masyarakat, ia disebut kerap mengedarkan minuman keras botol kaca berlabel di Distrik Assue. Bersama barang bukti, F langsung dibawa ke Mapolsek Asgon untuk menjalani pemeriksaan.

Belum selesai operasi dilakukan, petugas kembali bergerak melakukan penggeledahan di dalam kapal lainnya. Hasilnya, polisi menemukan 48 botol minuman keras jenis Carson yang diduga akan diedarkan di wilayah tersebut.

Pemilik barang itu diketahui berinisial RAZ (29), warga Jalan Garuda, Kampung Eci. Seperti halnya F, RAZ juga telah lama menjadi target operasi kepolisian karena rekam jejaknya yang diduga terlibat dalam peredaran minuman keras lintas wilayah di Distrik Asgon.

Dengan nada tegas, IPTU Hendro menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons cepat terhadap keresahan masyarakat yang selama ini mengeluhkan maraknya peredaran minuman keras ilegal.

“Operasi swiping ini kami lakukan secara tegas dan terukur demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pengedar miras di wilayah hukum Polsek Asgon,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berani menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga operasi dapat berjalan efektif.

“Kedua pelaku ini memang sudah lama menjadi Target Operasi (TO) kami berdasarkan laporan berulang dari masyarakat. Kami berterima kasih atas sinergi warga, dan kami imbau masyarakat untuk terus melaporkan segala bentuk aktivitas ilegal demi menjaga situasi wilayah yang kondusif,” tambahnya.

Peredaran minuman keras ilegal di wilayah-wilayah yang bergantung pada jalur transportasi sungai kerap menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum. Selain mudah diselundupkan melalui kapal penumpang, distribusinya juga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial dan gangguan keamanan di tingkat kampung. Karena itu, operasi yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu langkah penting untuk memutus mata rantai peredarannya sejak dari pintu masuk.

Seluruh rangkaian operasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Saat ini kedua pelaku bersama total 60 botol minuman keras ilegal telah diamankan di Mapolsek Asgon untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Di tepian sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Assue, penangkapan itu bukan sekadar soal puluhan botol yang disita. Ia menjadi pengingat bahwa keamanan sebuah wilayah sering kali dijaga melalui keberanian banyak pihak—polisi yang bertindak, dan warga yang memilih tidak lagi diam ketika ancaman mulai masuk melalui jalur-jalur yang tampak biasa.

Penulis: Redaksi Buserkota.com Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *