YAHUKIMO | BUSERKOTA.COM – Sore itu, langit Dekai masih menggantungkan cahaya terakhirnya ketika aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak senyap menuju sebuah titik yang telah lama masuk dalam radar pengawasan. Di tengah denyut aktivitas warga yang berjalan seperti biasa, operasi penegakan hukum berlangsung cepat dan terukur, menandai babak baru dalam upaya memburu kelompok kriminal bersenjata yang selama ini mengganggu keamanan di Papua.
Pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIT, personel gabungan Ops Damai Cartenz berhasil menangkap seorang anggota kelompok HSSBI berinisial AB alias UB di kawasan Ruko Blok A, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Penangkapan dilakukan setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaan target dan melakukan pemantauan intensif di lokasi. Namun saat hendak diamankan, AB alias UB berupaya melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan pelariannya.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh unsur satgas.
❝ Penangkapan AB alias UB merupakan tindak lanjut dari informasi yang diperoleh di lapangan terkait keberadaan salah satu anggota kelompok HSSBI di Distrik Dekai. Saat akan diamankan, yang bersangkutan berupaya melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan pelariannya, ❞ ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan dua butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu unit telepon genggam, serta sejumlah barang pribadi. Berdasarkan hasil pencocokan wajah dan pendalaman barang bukti, AB alias UB teridentifikasi sebagai bagian dari Batalyon HSSBI yang selama ini diduga terlibat dalam berbagai gangguan keamanan di wilayah Yahukimo.
Pengembangan kasus kemudian membawa tim menuju sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut. Dari lokasi itu, aparat kembali mengamankan seorang pria berinisial BK serta menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat komunikasi, teleskop optik, dokumen, telepon genggam, senjata tajam, dan perlengkapan lainnya yang kini masih didalami penyidik.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa AB alias UB diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap kendaraan lapis baja milik Satgas Marinir di wilayah Dekai pada 13 Desember 2025. Selain itu, yang bersangkutan juga terkait perkara kepemilikan dan penggunaan senjata api serta amunisi tanpa hak sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/25/VI/2026/SPKT.Satreskrim/Polres Yahukimo/Polda Papua.
❝ Tersangka dijerat Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata api tanpa hak. Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 458 juncto Pasal 459 KUHP tentang dugaan percobaan pembunuhan akibat aksi penembakan terhadap kendaraan yang membahayakan keselamatan jiwa orang lain. Ancaman pidana yang dapat dikenakan mencapai 15 tahun penjara, ❞ tegas Kombes Yusuf.
Operasi ini memperlihatkan bahwa pola pergerakan kelompok kriminal bersenjata di Papua terus menjadi perhatian serius aparat keamanan. Selain melakukan penegakan hukum terhadap pelaku, aparat juga berupaya memutus rantai komunikasi, logistik, dan jaringan yang menopang aktivitas kelompok tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang keamanan yang lebih stabil bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menjaga keselamatan masyarakat.
❝ Penegakan hukum yang dilakukan merupakan langkah yang terukur dan profesional dalam rangka melindungi masyarakat dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata. Kami akan terus melakukan upaya-upaya hukum secara tegas namun tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dan prosedur yang berlaku, ❞ ujar Faizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan hasil penangkapan tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
❝ Kami akan terus mengembangkan hasil penangkapan ini untuk mengungkap jaringan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas kelompok kriminal bersenjata. Tidak ada toleransi bagi aksi kriminal yang meresahkan masyarakat di Tanah Papua, ❞ katanya.
Saat ini AB alias UB dan BK masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Yahukimo guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Satgas Ops Damai Cartenz-2026 memastikan seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah bentang pegunungan Papua yang menyimpan begitu banyak harapan akan kedamaian, setiap keberhasilan penegakan hukum menjadi pengingat bahwa keamanan bukan sekadar tugas aparat semata, melainkan fondasi yang memungkinkan masyarakat hidup, bekerja, dan menatap masa depan dengan lebih tenang.














