Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaKesehatan

Louncing Pilot Project Gerakan Stop Stunting TTU di Kecamatan Fafinenu

313
×

Louncing Pilot Project Gerakan Stop Stunting TTU di Kecamatan Fafinenu

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com)-
Lembaga KRIS bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, Sabtu (28 September 2024) melakukan Launching pilot project Gerakan Stop Stunting Kabupaten Timor Tengah Utara di Kecamatan lnsana Fafinesu. Louncing Gerakan Stop Stunting ini dilakukan oleh Pjs. Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Robert Ceunfin, Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan pejabat eselon tiga lainnya serta pimpinan KRIS.
Kesempatan itu Pjs Bupati, Eusabius Binsasi mengatakan, kegiatan ini dilakukan di 2 kecamatan yakni Insana Utara dan Kecamatan Insana Utara. Kecamatan Insana Utara terdiri dari 5 desa dengan 1 puskesmas dan 20 polindes dan Kecaman Insana Fafinesu terdiri dari 6 desa, 1 puskesmas dan 11 Polindes.

Dia menjelaskan, dari dua kecamatan tersebut terdapat angka profiles stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di TTU.

Dia menggambarkan kondisi terakhir tentang perkembangan stunting, dimana secara nasional menargetkan 14 %, tapi yang terjadi di TTU angka terakhir angka di bulan April 2024 stunting di TTU 22, 4 % berubah menjadi 25 %. Berbagai terobosan dan langkah telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menekan angka stunting tapi hasilnya bukanya turun tetapi malah meningkat.

Jadi kita berharap dari pencanangan yang dilakukan di tempat ini dengan berbagai intervensi yang dilakukan KRIS selama kurun waktu 1 tahun kedepan dapat membantu perintah untuk menekan angka stunting. Kita boleh kita menyatakan “Saya berharap kalau nantinya tugas sebagai bupati boleh berakhir di Desember atau Januari mendatang tapi saya berharap nantinya tugas saling membantu untuk mendukung tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh lembaga ini khususnya Sunting tidak lagi ada di kabupaten ini.”

Sementara ketua KRIS, Adarka Ongkosa Putra mengatakan, pemilihan kabupaten Timor Tengah Tengah Utara menjadi Pilot Projek Gerakan Stop Stunting bukan tanpa alasan. Ada tiga alasan mendasar, yakni pertama dia sendiri merupakan orang NTT kelahiran Alor, kedua adalah profiles angka stunting mengalami peningkatan dari 22,4% menjadi 25%. Dan ketiga adalah ia membangun komunikasi dengan sahabatnya yang dikenal cukup lama yakni Pjs Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi “Jadi dari tiga hal inilah yang kemudian membawa Kris ke NTT, khususnya di TTU ini.”
Dikatakan, dalam pelaksanaan teknis di lapangan, pihak KRIS akan melakukan bebagai edukasi kepada ibu-ibu, kepada calon pasangan yang akan membentuk keluarga baru dan kepada ibu- ibu yang akan mengalami stunting, pemerian makanan tambahan, pemberian obat-obatan dan vitamin, pendampingan termasuk menyediakan makanan dan gizi lokal. “Jadi kita akan targetkan selama 360 hari lamanya. Kita berharap, setelah itu kita angkat kaki benar,- benar stunting tidak ada,” ujar Adarka.

Ia menjelaskan, KRIS sebelumnya terbentuk untuk penangan masalah covid namun setelah berakhir masalah ini, pemerintah masih memerlukan layak untuk perang melawan stunting. (Dami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *