Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Melki Laka Lena Minta Kasus Dokter Icha Diusut Terang-Benderang: “Tenaga Medis Harus Bekerja dalam Rasa Aman, Bukan Ketakutan”

38
×

Melki Laka Lena Minta Kasus Dokter Icha Diusut Terang-Benderang: “Tenaga Medis Harus Bekerja dalam Rasa Aman, Bukan Ketakutan”

Sebarkan artikel ini

KUPANG |BUSERKOTA.Com– Langit duka masih menggantung di atas keluarga almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni. Di rumah duka RSS Baumata, Kabupaten Kupang,  Nusa Tenggara Timur, kesedihan menyelimuti setiap sudut ruangan ketika pelayat datang silih berganti memberikan penghormatan terakhir kepada sosok dokter yang selama hidupnya dikenal mengabdikan diri bagi kemanusiaan.

Di tengah suasana haru itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, bersama sang istri hadir secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran orang nomor satu di NTT tersebut bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk empati sekaligus penegasan bahwa keluarga almarhumah tidak boleh menghadapi duka dan proses pencarian keadilan sendirian.

Dalam kesempatan tersebut, Melki mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti perkembangan informasi terkait dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha sejak awal dan telah melakukan koordinasi agar persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik.

Namun, kabar wafatnya dokter yang dikenal luas karena dedikasinya dalam pelayanan kesehatan itu, menurutnya, menjadi pukulan yang mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

╔══════════════════════════════════════╗ “Kami datang bukan hanya membawa ucapan belasungkawa, tetapi membawa rasa empati dan komitmen bahwa keluarga tidak boleh merasa berjalan sendiri.” — Gubernur NTT, Melki Laka Lena ╚══════════════════════════════════════╝

Bagi Melki, sosok dr. Icha bukan sekadar tenaga kesehatan. Ia adalah seorang dokter yang mengabdikan ilmu dan hidupnya untuk melayani masyarakat, termasuk melalui keahlian khusus yang dimilikinya dalam menangani kasus gigitan ular berbisa di wilayah NTT.

Pengabdian itulah yang membuat kepergian dokter Icha meninggalkan luka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat yang pernah merasakan manfaat kehadirannya.

Karena itu, Melki meminta aparat penegak hukum untuk menangani kasus dugaan intimidasi yang menyeret nama tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) secara profesional dan transparan.

Menurutnya, seluruh proses hukum harus berjalan terbuka agar masyarakat memperoleh kejelasan dan kebenaran dapat terungkap secara objektif.

╔══════════════════════════════════════╗ “Saya meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan. Biarkan proses berjalan, agar semua menjadi terang. Siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.” — Gubernur NTT, Melki Laka Lena ╚══════════════════════════════════════╝

Ia juga menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan garda terdepan yang setiap hari hadir menjaga kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka harus memperoleh perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugas kemanusiaannya.

╔══════════════════════════════════════╗ “Tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah mereka yang hadir merawat kehidupan. Mereka harus bekerja dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan.” — Gubernur NTT, Melki Laka Lena ╚══════════════════════════════════════╝

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perlindungan profesi tenaga kesehatan. Kasus yang dikaitkan dengan dugaan tekanan atau intimidasi terhadap tenaga medis tidak hanya menyangkut persoalan individu, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan profesi, kepastian hukum, serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan. Karena itu, proses hukum yang transparan dan akuntabel menjadi kebutuhan penting untuk menjaga rasa keadilan sekaligus memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para tenaga kesehatan.

Di penghujung kunjungannya, Melki mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa-masa sulit ini.

NTT kini berduka atas kepergian seorang dokter yang memilih mengabdikan ilmunya untuk menyelamatkan sesama. Namun di balik duka itu, tersimpan harapan besar agar kebenaran menemukan jalannya, keadilan berdiri pada tempatnya, dan pengabdian yang telah ditorehkan dokter Icha menjadi cahaya yang terus mengingatkan bahwa kemanusiaan harus selalu dijaga, dilindungi, dan dihormati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *