Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikPemerintahanPeristiwaPolitikTeknologi

Prabowo Gas Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Nasional

22
×

Prabowo Gas Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA |BUSERKOTA.Com — Di tengah tuntutan agar negara semakin efektif mengelola kekayaannya sendiri, Presiden Prabowo Subianto memilih memulai dari akar persoalan: menata aset, merapikan struktur, lalu mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi rakyat.

Minggu, 21 Juni 2026, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Presiden menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani. Pertemuan itu menjadi ruang pembahasan arah baru pengelolaan ekonomi nasional—lebih terukur, lebih produktif, dan berorientasi pada hasil.

Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah percepatan lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Danantara. Pemerintah melihat peluang besar dari sektor-sektor yang memiliki efek berantai luas terhadap ekonomi nasional.

Pariwisata ditempatkan sebagai salah satu sektor strategis, diperkuat melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif. Bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi diarahkan untuk membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperbesar perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang terus bergerak. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas berikutnya dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun BUMN yang lebih ramping, lebih efisien, dan lebih kuat dalam tata kelola, sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara.

Secara lebih luas, arah kebijakan ini memperlihatkan perubahan cara pandang pemerintah terhadap aset negara: tidak lagi cukup hanya dimiliki dan dipertahankan, tetapi harus diaktifkan menjadi mesin pertumbuhan yang menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan.

Di Kertanegara, pembicaraan hari itu tidak berhenti pada angka dan struktur. Yang sedang dirancang adalah sebuah perubahan—agar setiap aset bangsa tidak sekadar tercatat sebagai kekayaan negara, tetapi hadir sebagai manfaat yang bisa dirasakan rakyat.

Penulis: Redaksi Buserkota.comEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *