SUMUT |BUSERKOTA.Com — Di kota yang setiap hari berdenyut bersama lalu lintas pesisir, kecemasan baru datang dalam bentuk yang nyaris tak terlihat: cairan vape yang diduga mengandung narkotika.
Asapnya mungkin tipis. Bentuknya mungkin menyerupai liquid rokok elektrik biasa. Namun, di balik kemasan itu, tersimpan kekhawatiran tentang ancaman narkotika jenis baru yang disebut “vape getar”, yang kini menjadi sorotan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Gerakan Aktivis Bersatu (GAB) mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, khususnya Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), bergerak cepat mengusut dugaan peredaran narkotika yang dikemas dalam bentuk cairan vape tersebut.
Bagi GAB, persoalan ini tidak berhenti pada soal peredaran barang terlarang. Ada generasi muda yang dipertaruhkan ketika narkotika dikemas dalam bentuk yang dekat dengan keseharian anak-anak muda.
Ketua GAB, Rudi Bakti, S.T., menilai modus tersebut berbahaya karena berpotensi menyamarkan narkotika sekaligus menjangkau konsumen muda.
“Ini bukan lagi sekadar ancaman lokal, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami mendesak Kapolda Sumut dan Dirresnarkoba Poldasu turun tangan langsung membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Rudi.
Ia juga menyebut adanya dugaan sosok berinisial AL alias Alung yang menurut GAB diduga memiliki peran penting dalam pasokan vape yang disebut “vape getar” di wilayah Tanjungbalai.
Namun, tudingan tersebut tetap merupakan dugaan yang perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum yang sah. Belum ada kesimpulan hukum yang dapat menyatakan seseorang bersalah tanpa adanya pembuktian berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
jejak pesisir dan bayang-bayang lintas batas
Kekhawatiran GAB juga berangkat dari posisi geografis Tanjungbalai yang berada di kawasan pesisir Sumatera Utara dan memiliki akses perairan yang berhadapan dengan jalur regional. Kondisi geografis semacam itu, jika benar dimanfaatkan jaringan penyelundupan, dapat membuat penanganan narkotika membutuhkan kerja sama lintas institusi bahkan lintas negara. Karena itu, pengungkapan tidak cukup berhenti pada pengguna atau pengedar tingkat bawah, tetapi perlu menelusuri asal barang, jalur distribusi, pembiayaan, serta pihak yang diduga mengendalikan jaringan—tentu berdasarkan bukti yang sah.
Wakil Ketua GAB, Risky Iswandi, S.H., mendorong agar aparat penegak hukum mempertimbangkan koordinasi internasional apabila hasil penyelidikan menemukan indikasi jaringan lintas negara.
“Melihat indikasi kuat keterlibatan jaringan luar negeri, kami mendesak Kepolisian RI berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penyelidikan intensif dan mendalam,” ujar Risky.
Menurut dia, dugaan keberadaan jaringan internasional harus ditelusuri secara serius agar aparat dapat mengetahui dari mana pasokan tersebut berasal dan siapa saja yang berada di balik mata rantai peredarannya.
Risky juga meminta aparat tidak memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk berkembang dan menyasar generasi muda.
“Jangan beri ruang sedikit pun bagi para perusak anak bangsa untuk bersembunyi,” tegasnya.
g.a.b siapkan aksi jika tak ada penindakan
GAB menyatakan tidak akan berhenti menyampaikan desakan melalui pernyataan publik.
Jika dalam waktu dekat belum terdapat langkah penindakan terhadap dugaan bandar besar narkotika jenis vape getar tersebut, GAB menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Markas Polda Sumut.
Aksi itu, menurut GAB, ditujukan untuk mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Ditresnarkoba Polda Sumut memberikan perhatian serius terhadap dugaan peredaran narkotika tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi, satu hal menjadi penting: dugaan harus dibuktikan, sementara aparat dituntut bekerja cepat, profesional, transparan, dan berdasarkan hukum.
Sebab perang melawan narkotika bukan hanya perkara menangkap tangan yang menjualnya.
Ia adalah perjuangan menjaga masa depan sebelum masa depan itu kehilangan kesempatan untuk tumbuh.
Di Tanjungbalai, kegelisahan itu kini menemukan suaranya.
Dan suara itu meminta satu hal: agar hukum datang lebih cepat daripada narkotika menemukan korban berikutnya.
(Tim)














