Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Lidik Curanmor, Tim Elang Rawa Bongkar Produksi Miras

62
×

Lidik Curanmor, Tim Elang Rawa Bongkar Produksi Miras

Sebarkan artikel ini

MAPPI  |BUSERKOTA.Com— Jejak pencurian kendaraan bermotor membawa Tim Opsnal Elang Rawa Satuan Reserse Kriminal Polres Mappi ke sebuah lokasi yang tak terduga. Saat menyisir sejumlah titik di Kota Kepi untuk mengungkap kasus curanmor, polisi justru menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi minuman keras tradisional jenis kaki anjing.

Temuan itu terjadi di Jalan Saham, Kepi, Jumat (22/8/2026). Di tengah penyelidikan yang semula berfokus pada kendaraan curian, petugas mendapati aktivitas yang diduga berkaitan dengan pembuatan minuman keras.

Personel kemudian memeriksa lokasi dan mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas produksi miras. Temuan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Satuan Narkoba Polres Mappi untuk penanganan dan pendalaman lebih lanjut.

Jejak Curanmor Membawa Polisi ke Lokasi Miras

Kasat Reskrim Polres Mappi Iptu Tri N. Pamungkas, S.Tr.K mengatakan penyelidikan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor akan terus dilakukan secara intensif. Penelusuran tidak hanya diarahkan pada keberadaan kendaraan maupun pelaku, tetapi juga lokasi-lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas kriminal lainnya.

“Tim kami saat melakukan penyelidikan kasus curanmor menemukan adanya lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi minuman keras jenis kaki anjing. Temuan tersebut langsung kami tindak lanjuti dan akan dilakukan pendalaman untuk mengetahui siapa pemilik maupun pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut,” ujar Tri.

Menurut dia, aktivitas di lokasi tersebut diduga diketahui oleh sejumlah orang yang berada di tempat kejadian. Saat menyadari kedatangan petugas, mereka disebut langsung melarikan diri menuju kawasan hutan di sekitar lokasi.

Barang-barang yang diduga digunakan untuk penyulingan ditinggalkan begitu saja.

Kejar-kejaran di Tengah Gelap

Upaya pengejaran sempat dilakukan oleh personel terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penyulingan tersebut. Namun, kondisi sekitar yang gelap membuat proses pengejaran tidak mudah.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku penyulingan miras. Situasi yang gelap menyulitkan petugas dalam pengejaran sehingga para pelaku berhasil meloloskan diri dari kejaran tim,” kata Tri.

Polisi kemudian mengamankan barang-barang yang ditinggalkan di lokasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Identitas pemilik lokasi maupun pihak yang diduga terlibat masih dalam pendalaman.

Temuan tersebut menjadi bagian lain dari dinamika penegakan hukum di wilayah Kabupaten Mappi. Penyelidikan yang bermula dari kasus curanmor justru membuka dugaan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polisi Perluas Penelusuran

Kasat Reskrim menegaskan Polres Mappi akan terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum dan penyelidikan terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena aktivitas kriminal kerap beririsan dengan persoalan keamanan lain di tingkat masyarakat. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah sebuah tindak pidana terjadi, tetapi juga melalui pemetaan lokasi, pengumpulan informasi, dan respons cepat terhadap aktivitas yang mencurigakan.

Polisi juga mengimbau masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di Jalan Saham, penyelidikan tentang jejak kendaraan bermotor berujung pada penemuan tempat penyulingan. Bagi polisi, temuan itu bukan akhir dari pengejaran, melainkan pintu lain untuk mengungkap siapa yang bekerja dalam gelap dan apa saja yang bergerak di baliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *