MAPPI |LINTASTIMOR.ID — Duka yang berawal dari sebuah kota studi di Malang, Jawa Timur, sempat menjalar hingga ke Kota Kepi. Pada Rabu malam (19/8/2026), kesedihan keluarga seorang pemuda asal Mappi yang menjadi korban pembunuhan berubah menjadi kemarahan. Sekelompok warga dari Tanjung Durian turun ke jalan dengan membawa senjata tajam, memusatkan pergerakan massa di sepanjang Simpang Tanjung Durian hingga kawasan Jalan Sumatra.
Situasi yang sempat memanas itu segera direspons jajaran Polres Mappi. Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi bentrokan fisik maupun aksi balas dendam terhadap pihak yang tidak terkait langsung dengan perkara.
Kapolres Mappi Kompol Suparmin, S.IP., M.H., melalui Kabag Ops Polres Mappi AKP Jainal Amrin, S.H., membenarkan adanya pergerakan massa tersebut.
Menurut Jainal, aksi spontan itu dipicu kabar mengenai pembunuhan seorang pemuda asal Mappi yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang. Keluarga korban disebut terpukul oleh peristiwa tersebut hingga emosi warga ikut tersulut.
“Massa bermaksud menuntut pertanggungjawaban langsung serta meluapkan aksi balas dendam kepada pihak keluarga pelaku yang berada di Kota Kepi,” ungkap Jainal.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, korban dan pelaku dalam perkara penganiayaan maut tersebut sama-sama merupakan mahasiswa asal Kabupaten Mappi. Keduanya sedang merantau untuk menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang.
Perselisihan yang terjadi di kota studi itu kemudian berimbas ke kampung halaman. Duka pribadi berpotensi berubah menjadi konflik horizontal ketika kemarahan diarahkan kepada keluarga pelaku yang berada di daerah asal.
Polisi Pilih Jalan Dialog
Mengantisipasi situasi semakin meluas, jajaran Polres Mappi mengedepankan langkah persuasif. Polisi mendatangi massa, berusaha menenangkan warga, sekaligus membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat dan perwakilan keluarga korban.
Dalam komunikasi tersebut, kepolisian meminta warga menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum yang menangani perkara di Malang.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum,” demikian pesan kepolisian dalam upaya meredam situasi.
Kabag Ops Polres Mappi memastikan proses hukum terhadap pelaku telah berjalan di Malang. Pelaku disebut telah diamankan oleh aparat berwajib untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini, pelaku yang bersangkutan telah resmi diamankan oleh pihak berwajib di Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Jainal.
Duka Jangan Berubah Menjadi Amarah
Peristiwa di Kepi memperlihatkan bagaimana sebuah perkara kriminal di kota studi dapat membawa dampak sosial hingga ke daerah asal para pihak. Ketika korban dan pelaku berasal dari komunitas yang sama, rasa kehilangan dapat dengan cepat berkembang menjadi tekanan sosial dan dorongan untuk mencari pertanggungjawaban secara langsung. Di titik inilah kehadiran aparat, tokoh masyarakat, serta keluarga menjadi penting untuk memastikan proses hukum tidak berubah menjadi konflik antarkelompok.
Karena itu, Polres Mappi mengimbau seluruh masyarakat Kota Kepi, khususnya keluarga korban, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab bersama agar aktivitas publik tetap berjalan dan masyarakat tidak kembali terseret ke dalam lingkaran kekerasan.
Polisi berharap suasana di Kabupaten Mappi segera kembali kondusif. Penanganan perkara tetap berjalan melalui jalur hukum, sementara masyarakat diminta menjaga ketenangan dan tidak memperluas persoalan kepada pihak yang tidak terlibat.
Sebab ketika duka kehilangan telah begitu dalam, jalan terbaik untuk menghormati korban bukanlah menambah luka, melainkan memastikan keadilan menemukan jalannya tanpa melahirkan korban baru.














